Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 30-07-2009
  • 1303 Kali

Petani Masih Alami Trauma Untuk Budidaya Tanaman Jarak

News Room, Kamis ( 30/07 ) Masyarakat petani masih mengalami trauma terhadap hasil tanaman Jarak Pagar. Tanaman yang sempat dijadikan tanaman uji coba alternatif untuk bahan bakar minyak, ternyata masih sulit pemasarannya. Hal ini membuat petani berpikir kembali untuk mengembangkan tanaman sejenis, seperti Jarak Kepyar, yang ternyata justru sangat menjanjikan, bahkan kekurangan stok dalam produksinya. Hal tersebut diakui salah seorang pengusaha Jarak Pagar dan Jarak Kepyar asal Surabaya, Gunawan Liem, ketika ditemui News Room di salah satu hotel di Sumenep Rabu siang tadi (30/07). Menurutnya, pola pikir masyarakat petani yang cenderung pesimis seperti itu akan menyulitkan pihaknya dalam melakukan sosialisasi untuk mengajak petani membudidayakan tanaman Jarak Kepyar, yang ternyata memiliki nilai ekonomis sangat tinggi dibandingkan jarak pagar. "Kendalanya memang pada sisi trauma masyarakat petani terhadap pencanangan penanaman Jarak Pagar yang dilaksanakan sejak 2006 lalu, yang dalam perjalanannya mengalami kendala dari sisi pemasaran," ujar Gunawan. Namun, hal itu tidak membuat usaha yang dijalankannya selama ini untuk mengajak petani membudidayakan tanaman Jarak Kepyar luntur. Karena itu, pihaknya terus mengajak tokoh-tokoh masyarakat dan yang berpengaruh bagi petani, setidaknya untuk dijadikan pilot project kerjasama pembudidayaan tanaman tersebut. Saat ini Ponpes Darus Salam Kecamatan Rubaru, menjalin kerjasama dengan pihaknya untuk mengembangkan tanaman Jarak Kepyar. Gunawan menambahkan, sebenarnya tanaman Jarak Kepyar tidak hanya menjadi tanaman alternatif, namun disamping mudah tumbuh disela-sela tumbuhan lain, tanaman ini juga berfungsi untuk membantu kesuburan tanah. Apalagi penanamannya bisa di areal berbatu dan lahan yang tidak terlalu memiliki kandungan air banyak. Jadi, lebih pada pemanfaatan lahan tertinggal yang selama ini kurang difungsikan untuk lahan petanian dan sebagainya. Sementara Kepala Dinas kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moh. Dail, M.Si, mengungkapkan, pihaknya sangat merespon setiap kegiatan yang sifatnya dapat meningkatkan produktifitas perkebunan di Sumenep. Disamping itu, juga dapat meningkatkan potensi yang ada untuk bisa dikembangkan. Salah satunya seperti tanaman Jarak Kepyar dan Cabe Jamu, yang ternyata memiliki prospek sangat cerah, tidak hanya dipasar nasional, namun hingga menembus pasar internasioal. Karena itu Dail berharap agar petani Sumenep, tidak hanya bergantung dengan satu komoditas tanaman, namun mampu memanfaatkan peluang yang ada. Sebab, diakui H. Dail, selama ini masyarakat cenderung mengabaikan peluang yang ada dengan terus mempertanahankan tanaman yang kadang malah over produksi seperti tembakau dan sebagainya. Untuk itu pihaknya berharap, kedepan petani bisa mengakses berbagai informasi peluang yang ada, sehingga dapat mengembangkan tanaman alternatif yang ternyata memiliki prospek cukup cerah bagi petani sendiri. ( Ren, Adjie )