Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-07-2009
  • 497 Kali

Petani Harus Proaktif, Jika Ada Keluhan Harga Pupuk Diatas HET

News Room, Jum’at ( 10/ 07 ) Pengawasan terhadap distribusi pupuk khususnya untuk pupuk bersubsidi kepada petani, terus dilakukan oleh para penyuluh lapangan yang ada di UPT Dinas Pertanian Tanaman Pangan masing-masing Kecamatan di Kabupaten Sumenep. Hal itu menurut Kepala Bidang Sumber Daya Penyuluhan, Ir. H. Abdul Gafur, MM, untuk menghindari penjualan pupuk melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Dijelaskan, untuk mengetahui terjadinya persoalan pupuk oleh petani, para penyuluh lapangan ini mengumpulkan para kelompok tani dan Gapoktan untuk membahas berbagai kendala dan persoalan yang dihadapi petani, sehingga dengan demikian akan terjalin interaksi antara masyarakat dengan petugas pemerintah yang ada di tingkat bawah. "Selama ini, jika terjadi keluhan adanya harga pupuk yang melebihi HET, memang hanya banyak dibicarakan diluar dengan informasi dari mulut-kemulut, namun ketika dilakukan pembinaan, para petani enggan untuk memberitahukan,"ujar H. Abdul Ghafur. Karena itu pihaknya berharap masyaakat petani sendiri untuk proaktif dalam memberitahukan kepada petugas yang ada di lapangan apabila ada permainan harga, sehingga bisa ditindak lanjuti sesuai sanksi yang ada. Sebab, saat ini bagi penyalahgunaan distribusi pupuk bersubsidi ini akan dikenakan sanksi berat. Mulai dari pemutusan usaha hingga sanksi pidana. Sedangkan dari pengamatan dinasnya tegas H. Abdul Ghafur, memang biasanya harga yang dikeluhkan itu bila dihitung dengan transport dari pengecer ke petani yang terkdang masih membutuhkan sarana transportasi. Sekedar diketahui, harga pupub sesuai HET, yakni pupuk Urea seharga Rp. 1.200,00/kilogram, ZA seharga Rp. 1.050,00/kilogram, Ponska seharga Rp. 1.750,00/kilogram, Super Phos seharga Rp. 1.350,00/kilogram, dan pupuk Petroganik hanya sebesar Rp. 500,00/kilogram. H. Abdul Ghafur juga berharap petani benar-benar menggunakan pupuk sesuai petunjuk. Sebab, jika salah dalam memberikan pupuk malah yang terjadi, petani akan merugi, karena hasilnya tidak seperti yang diharapkan. ( Ren, Esha )