News Room, Senin ( 24/10 ) Menjelang datangnya musim hujan tahun ini, masyarakat petani di Kecamatan Ganding, khususnya di Desa Ketawang Karay sudah mulai tampak kesibukan para petani untuk melaksanakan kegiatan bertani dilahan pertanian yang selama musim kemarau banyak yang menanam tembakau. Sebab, musim penghujan juga ditunggu para petani untuk menanam jagung yang selama ini menjadi komoditi di Desa tersebut. Apalagi di Desa Ketawang Karay sempat menghasilkan jagung yang baik, dan menjadi salah satu andalan penghasil jagung hibrida di tahun 2010 lalu. Ketua Kelompok Tani Tunas Bangsa, Muizzi, S.Ag mengaku, para petani yang ada di kelompoknya sudah menyiapkan bibit jagung untuk areal pertanian sekitar seluas 19,3 hektar. Sebab. berdasarkan hasil produktifitas sebelumnya rata-rata bisa menghasilkan sebanyak 8,2 ton per-hektar. “Jadi petani disini masih enggan pindah kelain tanaman, karena sudah merasakan manisnya tanaman jagung, mudah-mudahan ini terus berlanjut untuk musim tanam kali ini,”ujarnya. Meskipun diakui ada 3 macam kegiatan tanaman yang dilakukan kelompoknya dibidang pertanian, yakni tanaman jagung, kedele dan sebagian dimusim kemarau tembakau. Namun, mayoritas sudah enggan meninggalkan jagung, karena hasilnya sudah jelas selama beberapa tahun terakhir ini. Apalagi , tegasnya saat ini persoalan ketersediaan pupuk bersubsidi dari pemerintah dalam beberapa tahun ini sudah tidak ada persoalan lagi, jadi petani tidak ketar-ketir tanamannya akan kekurangan pupuk. “Bahkan, untuk pasokan hasil jagung sendiri sudah tidak kesulitan lagi, karena beberapa pengusaha dan pihak perusahaan sudah ada yang menampung hasil dari kelompok tani Sumber Hasil,”pungkasnya. ( Ren, Esha )