News Room, Jumat ( 23/09 ) Petani cengkeh di Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, gigit jari. Karena, kekeringan dimusim kemarau ini menyebabkan tanaman cengkeh terancam gagal panen. Menurut Darul Hasyim, Anggota DPRD Sumenep asal Masalembu, hasil tinjauan di lapangan, saat ini petani cengkeh di Desa Karamian, kesulitan mencari air untuk menyiram tanamannya. Padahal, bulan Agustus 2011 ini merupakan musim panen cengkeh. “Lahan tanaman cengkeh di Desa Karamian, Kecamatan/Pulau Masalembu, memang nyaris kering, akibat kekurangan air. Para petani butuh debit air yang cukup besar untuk menyiram tanaman cengkeh paling sedikit dua kali seminggu. Tapi, karena air sulit, mereka terpaksa menyiram tanamannya dua minggu sekali. Sudah bisa dipastikan, petani cengkeh di Masalembu terancam gagal panen,” kata Darul, di gedung DPRD Sumenep, Jum’at (23/09). Darul Hasyim mengungkapkan, nasib petani cengkeh di Masalembu perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (pemkab) Sumenep, sebab 50 persen lebih dari 3 ribu jiwa penduduk di Desa Karamian, menggantungkan ekonominya pada hasil tani cengkeh. “Warga Masalembu, selain menjadi nelayan mereka juga bercocok tanam cengkeh. Biasanya, kalau gelombang tinggi seperti saat ini, mereka lebih memilih menanam cengkeh. Tapi, alternatif tersebut justru tidak berhasil, seiring kekeringan yang melanda daerah Masalembu. Sejumlah sumber air seperti sumur atau gubangan, mulai menipis bahkan ada yang kering, akibat kemarau panjang,”terangnya. Untuk itu, kata Darul, pihaknya meminta, Pemerintah Kabupaten Sumenep secepatnya turun tangan, mengatasi persoalan petani cengkeh di Masalembu. “Mereka butuh bantuan air bersih sekaligus pengetahuan tata cara bertani cengkeh yang modern. Selama ini, petani cengkeh di Masalembu hanya bisa bercocok tanam secara tradisional,”ungkapnya. Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumenep, Syamsul Arifin mengatakan, bahwa musim kemarau ini akan berlangsung hingga pertengahan bulan Nopember 2011. “Kami berharap pada seluruh petani Sumenep yang mengandalkan air untuk menyiram tanamannya, agar bersabar dan bisa menyiasati penggunaannya,” pungkasnya. Syamsul mengemukakan, musim penghujan diperkirakan terjadi mulai pertengahan Nopember hingga awal Desember 2011 mendatang. “Antara dekade 2 Nopember sampai dekade 1 Desember 2011,”ujarnya menambahkan. ( Nita, Esha )