Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-09-2012
  • 422 Kali

Perubahan APBD Tahun 2012 Tidak Ada Sisa Lebih

News Room, Rabu ( 19/09 ) Hasil pembahasan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep 2012, yang dilakukan Komisi-komisi dan Badan Anggaran DPRD setempat, tercatat tidak ada sisa lebih pembiayaan tahun berjalan. Sebab, dari pembahasan itu terjadi defisit anggaran antara pendapatan dan belanja sebesar Rp. 100.274.686.686,00 ditutup dengan surplus pembiayaan antara penerimaan daerah dengan pengeluaran daerah sebesar Rp. 100.274.686.686,00. Wakil Bupati Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si saat membacakan sambutan Bupati pada Rapat Paripurna Laporan Komisi-komisi dalam rangka memproses perubahan APBD 2012, Rabu (19/09) pagi, menjelaskan, surplus pembiayaan antara penerimaan dengan pengeluaran daerah hingga tidak ada sisa lebih pembiayaan tahun berjalan, merupakan hasil pembahasan di tingkat Komisi dan badan anggaran DPRD Sumenep. Dengan mencantumkan berbagai saran dan harapan dimasing-masing Komisi. “Bagi kami, semua saran dan harapan yang telah disampaikan itu, merupakan bahan masukan dalam penyempurnaan, baik penyusunan, pelaksanaan, pengawasan APBD tahun 2012 dan menjadi acuan untuk penyusunan APBD tahun depan,”kata Wabup Sumenep, Rabu (19/09). Wabup memaparkan, setelah hasil pembahasan di tingkat Komisi-komisi dan Badan Anggaran DPRD Sumenep, pendapatan pada perubahan APBD 2012 secara komulatif mengalami penambahan dari semula sebesar Rp. 1.263.449.807.341,00 ternyata bertambah sebesar Rp. 59.269.179.169,00 atau naik 4,69 persen, menjadi Rp. 1.322.718.986.510,00. Dan, belanja pada perubahan secara komulatif juga mengalami penambahan dari semula sebesar Rp. 1.308.070.358.809,00. Setelah pembahasan bertambah sebesar Rp. 114.923.314.387,00 atau naik 8,79 persen, menjadi Rp. 1.422.993.603.196,00. “Dari selisih pendapatan Rp. 1.322.718.986.510,00 dengan total belanja Rp. 1.422.993.603.196,00 terdapat defisit anggaran Rp. 100.274.686.686,00,”terangnya. Kemudian, pembiayaan pada penerimaan daerah semula dianggarkan sebesar Rp. 68.620.551.468,00 setelah pembahasan bertambah sebesar Rp. 114.010.800.011,00 atau naik 166,15 persen menjadi Rp. 182.631.351.479,00. Bahkan, pengeluaran daerah semula dianggarkan Rp. 24 milyar, setelah pembahasan juga bertambah Rp. 58.356.664.793,00 atau naik 243,15 persen menjadi Rp. 82.356.664.793.00. “Dari selisih pembiayaan dan penerimaan daerah dengan pengeluaran daerah, terdapat surplus Rp. 100.274.686.686,00. sehingga defisit anggaran antara pendapatan dan belanja dengan surplus pembiayaan antara penerimaan daerah dengan pengeluaran daerah, tercatat tidak ada sisa lebih pembiayaan tahun berjalan,”ungkapnya. ( Nita, Esha )