Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-09-2021
  • 720 Kali

Pertemuan K3S Kecamatan Batuan Bahas Hasil Evaluasi Implementasi Kurdar

Media Center, Sabtu ( 04/09 ) Implementasi Kurikulum Darurat (Kurdar) yang dilaksanakan sejumlah Sekolah Dasar (SD) khususnya di Gugus Kecamatan Batuan telah termonitoring pasca workshop kurikulum darurat beberapa waktu yang lalu, kerja sama Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dengan Inovasi Provinsi Jawa Timur.

Pada hari ini, dilakukan penyampaian hasil monitoring sekaligus evaluasi, untuk mengetahui sejauh mana implementasi kurikulum darurat telah terlaksana dan solusi selanjutnya di SD yang telah mengikuti workshop tersebut.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Abd. Kadir, M.Pd mengungkapkan jika kegiatan ini merupakan rangkaian dari evaluasi pelaksanaan kurikulum darurat pasca pelatihan implementasi kurikulum darurat bulan April-Mei kemarin.

“Setelah mengetahui capaian proses implementasi, tentunya dapat diagendakan langkah pengembangan program ke depan,” ungkap Kadir saat menghadiri penyampaian hasil monitoring, evaluasi dan pendampingan implementasi kurikulum darurat yang dilaksanakan bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep bersama Tim Inovasi Jawa Timur di SDN Torbang Il Kecamatan Batuan, Sabtu (04/09/2021).

Menurut Kadir, yang jelas apa yang telah diimplementasikan di sekolah capaiannya bisa beragam. Untuk itu, perlu agenda dalam K3S dan atau KKG untuk menyamakan persepsi hingga pada indikator capaian sampai penyusunan instrumennya agar implementasi di sekolah lebih tertata dan tidak ada gap capaian keberhasilan pelaksanaan kurdar yang besar antar sekolah.

Hal tersebut sangat perlu ditindaklanjuti dalam pertemuan-pertemuan K3S dan atau KKG Kecamatan Batuan, sehingga implementasi kurikulum darurat bisa terlaksana secara merata dengan baik.

Sementara District Facilitator Program Inovasi Kabupaten Sumenep, Cahyadi Widi Wahyono, mewakili Tim Inovasi Jawa Timur mengungkapkan, penyampaian hasil evaluasi dan pendampingan implementasi kurikulum darurat tersebut dilaksanakan setelah sebelumnya dilakukan monitoring dan pendampingan terhadap para kepala sekolah dan guru di sejumlah Sekolah Dasar (SD) khususnya Kelompok Kerja (Pokja) Kecamatan Batuan beberapa waktu lalu oleh Tim Program Inovasi dan dari Dinas Pendidikan setempat.

“Dari hasil monitoring dan pendampingan terhadap pelaksanaan kurikulum darurat yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di sejumlah sekolah sasaran disampaikan, saat ini sebagai masukan terhadap pelaksanaan kurdar berikutnya,” tandasnya.

Dijelaskan, bahwasannya Kurikulum Darurat (Kurdar) bisa juga disebut Kurikulum Khusus dan dasar pelaksanaannya adalah Keputusan Kepala Balitbang Nomor 018/H/KR tahun 2020 yang dikeluarkan tertanggal 5 Agustus 2020. Di dalamnya ada aturan tentang Kompetensi Dasar (KD) yang telah dikemas juga dipilih serta  digunakan dalam pembelajaran sekarang ini, baik itu daring atau Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Dalam pelaksanaan kurdar, Kompetensi Dasar (KD) yang digunakan berbeda dengan KD di kurikulum 13. KD bisa lebih sedikit dan diutamakan KD esensial, dan diambil dari KD Kurikulum 2013 atau ada juga yang menyebut KD Normal atau KD Prasyarat.

Dalam pelatihan Kurikulum Darurat sebelumnya juga ditunjukkan tentang modul guru, modul siswa juga modul orang tua. Dan di modul tiap kelas tersebut terpilah dalam tema dan sub tema.

Dalam pelaksanaan kurdar, KD esensial yang sudah terpetakan dengan modul itu boleh diadaptasi sesuai keadaan dan kondisi lingkungan setempat. Bahkan, sekolah dipersilahkan mengadaptasi dengan penyesuaian kondisi setempat.

"Bahkan di pertemuan ini ditegaskan juga pentingnya sekolah melakukan assessment diagnostik untuk siswa per kelasnya, sehingga guru bisa menentukan materi modul yang sesuai dengan keadaan hasil assessment tersebut," tandasnya. ( Ren, Fer )