News Room, Kamis ( 15/04 ) Pertemuan antara warga Kepulauan Kangean yang tergabung dalam Front Pemuda Kangean (FPK), dengan UPJ PLN Sumenep, pada Kamis (15/04) siang, yang digagas Komisi B DPRD setempat, berlangsung ricuh. Puluhan warga dari Kangean tersebut mengamuk di ruangan Komisi B, karena kesal atas ketidak hadiran APJ PLN Pamekasan. Salah seorang aktivis FPK, Surarawi mengatakan, mereka memenuhi panggilan Komisi B, karena ingin menyampaikan unek-uneknya ke PLN, jika jaringan listrik di Kangean sering padam. Padahal, jumlah pelanggan di pulau Kangean ini cukup banyak sekitar 5.700 orang. “Namun, pertemuan itu justru menuai persoalan. Sebab, yang hadir ternyata hanya UPJ PLN Sumenep. Sedangkan, kami ingin bertemu langsung dengan APJ PLN Pamekasan. Andai saja, sejak awal diberitahukan kalau yang hadir itu bukan APJ PLN Pamekasan, mungkin pertemuan ini bisa berjalan kondusif,†katanya. Kehadiran APJ PLN Sumenep tidak membuat mereka puas dan buntutnya peserta aksi mengamuk. “Kami datang kesini, untuk mengadu dan meminta klarifikasi pada APJ PLN Pamekasan, terkait sering padamnya listrik selama 2 bulan terakhir. Setiap bulannya padam total selama 3 hari dan kalaupun menyala setiap harinya padam 2 sampai 3 jam. Saya siap jadi tumbal demi warga Kangean. Kalau tidak terima dengan sikap saya ini, silahkan panggil aparat,â€Âujarnya sambil mengamuk. Karena suasana rapat tidak kondusif, pertemuan yang dipimpin Ketua Komisi B DPRD Sumenep, Ir. Bambang Prayogi dihentikan, dan ditunda pada Jum’at (16/04) besok. ( Nita, Esha )