Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-11-2015
  • 654 Kali

Pertanyakan Realisasi Pembebasan Lahan Lapter Di Kangean

News Room, Kamis ( 05/11 ) Hingga memasuki bulan Nopember 2015, program pembebasan lahan untuk Lapangan Terbang (Lapter) di Kepulauan Kangean, Sumenep, tak kunjung ada kejelasan. Untuk itu, Komisi III DPRD Sumenep, mempertanyakan kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. 

"Ini kan sudah menjelang akhir tahun. Tapi, kenapa belum ada realisasi pembebasan lahan untuk Lapter di Kangean. Kemana saja Dishub itu. Toh anggaran sudah di dok,"kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumenep, Dwita Andriani, S.Psi, Kamis (05/11). 

Ia menuturkan, APBD 2015 telah mengalokasikan dana sekitar Rp. 1,1 milyar untuk membebaskan lahan yang akan disiapkan sebagai Lapter di Kangean. Besaran anggaran itu untuk pembebasan lahan sekitar 18 hektare guna pembangunan lapangan terbang di Kepulauan Kangean. 

"Mestinya program pembebasan lahan Lapter di Kangean itu sudah tuntas. Kami sempat klarifikasi kepada pimpinan Dishub, ternyata masih berkutat di pembebasan lahan,"terangnya. 

Dwita mengaku dalam waktu dekat akan memanggil Kepala Dishub Sumenep, guna menanyakan sejauh mana realisasi pembebasan lahan Lapter di Kangean. 

"Kalau memang belum selesai hingga akhir tahun. Ya anggaran harus dikembalikan ke Kasda. Dan berarti Dishub tidak becus mengurus program yang sudah dianggarkan," tegasnya. 

Pembangunan lapter di Pulau Kangean, berada di Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa. Lapter, itu rencananya akan difungsikan sebagai bandara perintis.

Panjang landasan pacu pesawat di Lapter tersebut direncanakan sekitar 1.100 meter dengan lebar sekitar 20 meter. Penetapan lahan di Desa Paseraman sebagai Lapter di Pulau Kangean telah melalui survei dan studi kelayakan yang dilakukan pada 2014. ( Nita, Esha )