News Room, Senin ( 08/04 ) Sejak Maret lalu kelangkaan solar melanda beberapa wilayah. Salah satu kelangkaan yang cukup parah terjadi di Jawa Tengah (Jateng). Vice President Komunikasi PT. Pertamina (Pesero) Ali Mundakir mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari beberapa daerah soal antrian panjang kendaraan yang ingin membeli solar bersubsidi. Sebenarnya ini bukan kelangkaan karena stok solar Pertamina cukup banyak Tapi, jujur saja, ini karena kami mulai memperketat kuota penyaluran BBM bersubsidi, terutama solar. Akibatnya terlihat seperti kelangkaan ,”ujarnya kepada Jawa Pos tadi malam. (7/4). Dia mengakui, sejak Maret Pertamina mulai waswas karena konsumsi solar terus menunjukkan tren peningkatan. Karena itu, kuota yang telah ditetapkan pun terlampaui. “Kalau kuota jebol, kami terpaksa memperketat distribusi sehingga tidak semua Pertamina pasokan (dari SPBU) bisa kami penuhi,”ucapnya. Data Pertamina menunjukkan, pada periode Januari-Maret 2013 konsumsi premium mencapai 7,04 juta kiloliter (kl) atau 98,3 persen dari kuota. Sementara itu, konsumsi solar sudah tembus 3,70 juta kl atau 105,2 persen dari kuota. Dengan demikian, total konsumsi premium dan solar sudah 10,74 juta kl atau 100,6 persen dari kuota yang ditetapkan. “Saat ini yang kita waspadai adalah solar,”ungkapnya. Oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), kuota BBM bersubsidi dibagi per daerah. Dengan demikian, jika realisasi konsumsi di suatu daerah sudah terlampaui, Pertamina langsung melakukan pengetatan agar kuota tidak makin jebol. “Nah, Jawa Tengah ini konsumsi solarnya termasuk tinggi, sekitar 104 persen dari kuota ,”ujarnya. ( JP, Ingun, Esha )