Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 22-07-2015
  • 799 Kali

Perspektif Budaya Tellasan Topak, Ruang Melepas Kepenatan

News Room, Kamis ( 23/07 ) Menjelang hari-hari besar, situs-situs budaya di Sumenep mulai banjir pengunjung. Mulai masuk bulan suci Ramadlan, hingga ditutup oleh tellasan topak (lebaran ketupat), objek wisata seperti Asta (makam), masjid, hingga pantai, menjadi sasaran utama kunjungan.

Tak hanya objek wisata, Sumenep yang usianya sudah memasuki hampir 7,5 abad ini, juga kaya tradisi ritual budaya, mulai dari yang sudah populer, kurang populis (karena kembali tenggelam), atau yang masih terkubur.

”Seperti tellasan topak (lebaran ketupat), yang dalam perkembangan lebih lanjut sudah menjadi budaya. Di dalam tradisi ini banyak dampak positif yang dapat dirasakan,”kata salah seorang pemerhati budaya di Sumenep, R Nurul Hidayat, S.Pd, pada News Room.

Nurul mengaku melihat tellasan topak sebagai kegiatan yang merupakan campuran ritual agama dan budaya, yang sangat luar biasa. Hal itu juga disebutnya sebagai salah satu ajang luapan warga Madura, atau Sumenep khususnya, untuk melepaskan kepenatan, kegembiraan di tengah pergulatan hidup yang cukup keras.

“Tellasan topak merupakan event yang bagus. Di saat itu terjadi perputaran ekonomi yang sangat besar. Seperti di tempat wisata Lombang misalnya, atau di situs budaya berupa tempat-tempat ziarah, berapa pendapatan yang bisa diraih. Sangat besar. Ini sangat perlu dijaga kelestariannya,”tutup salah seorang guru di SMKN 1 Sumenep ini. ( Farhan, Esha )