News Room, Jumat ( 04/04 ) Karena merasa beras untuk masyarakat miskin (raskin) di Desa Parsanga yang di distribusikan dari Dolog Kalianget, kualitasnya jelek dan banyak yang kurang dari berat 15 kilogram per-sak, Kepala Desa Parsanga, Imam Idafi, komplain untuk tidak menyalurkan kepada masyarakat sebelum di cek Tim Penyalur Raskin. Hingga akhirnya, Tim Penyaluran Raskin Kabupaten Sumenep dari Bagian Kesejahteraan Masyarakat Setdakab Sumenep, dari Dolog Kalianget bersama Camat Kota Sumenep, Drs. H. Moh. Junaidi, M.Si turun langsung ke Balai Desa Parsanga untuk menyelesaikan persoalan yang menjadi keluhan Kepala Desa Parsanga tersebut. Kepala Desa Parsanga, Imam Idafi mempersilahkan Tim untuk menimbang dan melihat kualitas Raskin yang ada. Dan jika memang Tim menyatakan raskin tersebut layak untuk dikonsumsi, pihaknya tentu akan mempublikasikan jika raskin itu memang sudah dianggap layak untuk dikonsumsi. “Tapi, jika ternyata memang dianggap tidak layak, silahkan diganti dengan raskin yang layak sesuai standar Dolog,”ungkapnya. Sementara Camat Kota Sumenep, Drs. H. Moh. Junaidi, M.Si ketika usai dilakukan pengecekan dan menimbang sejumlah sample sak raskin dapat menyimpulkan, jika raskin tersebut ternyata memang ada yang layak dan ada yang kurang layak. Bahkan dalam beberapa sak ketika ditimbang kurang dari 15 kilogram. “Ini memang harus saling dipahami bersama dan disikapi dengan bijak, jika memang harus diganti oleh Dolog dipersilahkan, agar raskin yang diterima khususnya di Kecamatan Kota semua Desa layak untuk di konsumsi,”ungkapnya. Pihaknya berharap semua pihak tidak saling memiliki ‘itikat baik untuk saling memperbaiki, jika solusi terbaik nantinya dilaksanakan oleh semua pihak, tentu semua pihak juga tidak ingin ada kendala. Dan masyarakat bisa menikmati raskin sesuai dengan program dan standar raskin yang ada. Sementara Kepala Dolog Kalianget, Ainul Fatah mengaku siap untuk mengganti raskin di Desa Parsanga. Bahkan, pihaknya berharap ke depan dalam distriubsi raskin dari Dolog, agar menugaskan petugas dari Desa setempat untuk memilih dan menurunkan raskin, sehingga tidak terjadi persaoalan seperti itu. “Sebab, selama ini pihaknya sudah berupaya untuk betul-betul sesuai standart dan kapasitasnya penuh. Namun, ketika di luar gudang kami tidak bisa memantau hingga ke Desa,”ujarnya. Bahkan diakui Ainul, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya, agar distribusi raskin sesuai dengan standar yang ada. Karena, masuknya raskin ke Dolog memang sudah sesuai kriteria dan dengan timbangan normal. Hanya saja, terkadang kendala masa tebus raskin seringkali molor dan mengakibatkan penurunan kualitas. ( Ren, Esha )