Masalembu-Kominfo News Room : Kapal Motor (KM) Amukti Palapa dan KM. Andina atau yang biasa dikenal dengan Kapal Perintis, yang selama ini menjadi alat transportasi laut yang menghubungkan antara Surabaya- Masalembu dan Masalembu-Sumenep sejak tanggal 26 Desember 2006 lalu sudah tidak beroperasi lagi, karena masa tender dari kedua Kapal Motor tersebut sudah berakhir. Sementara masyarakat yang berada di kepulauan Masalembu merasa khawatir dengan ketidak jelasan KM tersebut untuk beroperasi kembali. Akibat dari tidak dioperasikannya kedua Kapal Motor tersebut, setelah dilakukan survey ke beberapa toko yang ada di pulau Masalembu, persediaan sembako sudah mulai menipis dan harga sembako semakin merangkak naik. Adapun naiknya harga sembako di pulau Masalembu pada saat ini mencapai kurang lebih 30 hingga 35 prosen atau untuk harga beras mencapai Rp. 5.700,00 per-kg. dan gula pasir Rp. 7.500,00 per-kg. Menurut Camat Masalembu, Moch. Mansur, S.Sos ketika dimintai keterangannya oleh News Room membenarkan, dengan hal tersebut, dikatakan bahwa menipisnya dan meningkatnya harga sembako itu disebabkan oleh tidak adanya Kapal Perintis yang beroperasi, karena selama ini kapal tersebut yang digunakan sebagai alat transportasi laut untuk penumpang yang juga digunakan untuk membawa sembako ke Masalembu. Moch. Mansur menambahkan, bilamana sampai dengan bulan Pebruari 2007 mendatang Kapal Perintis itu tidak beroperasi, maka masyarakatnya akan terancam kekurangan sembako. Oleh karenanya pihaknya beharap agar Pemerintah Kabupaten Sumenep hendaknya mengoperasikan KM. Dharma Bahari Sumekar (DBS) untuk kelancaran transportasi sampai Kapal Perintis kembali beroperasi, mengingat masyarakat Masalembu sangat membutuhkannya. ( JuP-34, Soek, Esha )