Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-05-2010
  • 321 Kali

Persediaan Batu Di Desa Langsar Mulai Menipis

News Room, Senin ( 10/05 ) Para penambang batu, khususnya di Desa Langsar Kecamatan Saronggi, saat ini sudah mulai kewalahan menambang batu-batu di Desanya sejak beberapa tahun terakhir. Hal tersebut, karena semakin banyaknya mengusaha batu yang setiap hari menghasilkan batu-batu untuk bahan bangunan jalan dan sebagainya. Salah seorang pengusaha batu di Desa setempat, Kandar mengaku, sejak awal bulan April lalu pesanan batu oleh pengusaha di Sumenep maupun luar Kabupaten Sumenep cukup banyak. Bahkan, pihaknya sempat menolak untuk pesanan yang agak jauh dari lokasi tempat usahanya. “Sebab, untuk melayani permintaan pengusaha yang dekat dan merupakan pelanggan sejak lama saja sudah kewalahan, jadi kami masih terus berupaya mencari pesanan dari penambang batu diluar Desa Langsar,”ujarnya. Bahkan tidak hanya mencari dari sekitar Desa di Kecamatan Saronggi dan Bluto saja, juga mendatangkan dari Kecamatan Batuputih. Padahal diakui mantan Kades ini, dulunya di Desa Tanamerah sendiri merupakan daerah berbatu dan terjal, saat ini sudah berbeda dengan 10 atau 20 tahun yang lalu. Batu-batu yang terhampar liar ditegal dan lahan-lahan kosong di Desa Langsar, kini sudah menjadi areal pertanian. Bisa dibayangkan, bila setiap hari saja, mesin penghancur batu yang dimilikinya bisa menghasilkan 23 kubik. Namun, hasilnyapun juga sudah ditunggui para pemesan untuk dimuat ketempat mereka melaksanakan pekerjaan pembangunannya. Untuk mensiasati agar para pelanggan tidak kecewa, Kandar mengaku juga banyak melakukan kerjasama dengan para pengusaha batu lainnya, agar kebutuhan para pengusaha itu bisa berjalan sesuai ketentuan tender pekerjaannya, jika itu merupakan pekerjaan proyek. Banyaknya pesanan batu untuk pembangunan tersebut memang diakui Kandar, karena memang banyak pembangunan, khususnya di Kabupaten Sumenep hingga ke pelosok Desa. Bahkan, tidak hanya yang sifatnya proyek, namun sepertinya dari pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan swakelola masyarakat justeru juga sangat banyak. “Karena, ternyata kebanyakan yang pesan tidak hanya dari kalangan pengusaha, namun dari masyarakat dibeberapa Desa yang kebetulan menjadi Panitia Pembangunan yang sifatnya swakelola,”pungkasnya. ( Ren, Esha )