News Room, Senin ( 10/12 ) Nelayan luar yang beropersai di wilayah tangkapan ikan Kecamatan Sapeken, merugikan masyarakat nelayan Kecamatan setempat, dengan kehadiran nelayan luar tersebut ternyata berdampak terhadap hasil tangkapan ikan masyarakat nelayan pulau Sapeken. Koordinator Persatuan Nelayan Sapeken, Ali Daeng Sangdrek menyatakan, kedatangan nelayan luar yang mengunakan alat tangkap modern telah meresahkan masyarakat nelayan Sapeken, sebab masyarakat nelayan Sapeken yang menggunakan alat tangkap tradisional kalah bersaing dengan nelayan luar daerah. Ali Daeng Sangdrek berharap pihak-pihak terkait meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas nelayan luar yang beroperasi di perairan Sapeken, terutama mereka yang menggunakan alat modern dan yang memakai potasium, bom ikan dan jaring tidak ramah lingkungan, sebab saat ini ekosistem laut di Kecamatan Sapaken, seperti terumbu karang banyak yang rusak berat. Secara terpisah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumenep, Ir. Heri Kuntjoro Pribadi menuturkan, pihaknya tidak bisa menyimpulkan bahwa ekosistem laut di Kecamatan Sapeken rusak akibat penangkapan ikan oleh nelayan dari luar daerah, sebab memerlukan dukungan data otentik dan penelitian. Yang jelas, kata Heri Kuntjoro, penyebab kerusakan ekosistem laut tidak hanya karena ulah nelayan dari luar daerah, namun nelayan setempat jika menggunakan alat tangkap tidak ramah limgkungan, juga bisa merusak kehidupan laut. Heri Kuntjoro menambahkan, pihaknya tidak bisa mencegah nelayan luar daerah beroperasi menangkap ikan di perairan Kabupaten Sumenep, dengan catatan mereka menggunakan alat tangkap sesuai ketentuan dan peraturan, dan mengantongi surat ijin untuk melakukan kegiatan di perairan Sumenep. ( Yasik, Esha )