News Room, Senin ( 03/12 ) Meningkatnya kedalaman dan permukaan laut kepulauan Masalembu dalam sepekan ini meningkat hingga 2 meter. Kejadian alam ini terjadi pada saat pergantian musim. Masyarakat setempat menyebutkan kejadian itu adalah aeng maleng atau air penjemput musim hujan. Meningkatnya kedalaman air laut itu mengakibatkan naiknya air laut hingga ke bibir pantai, seperti yang terjadi di Dusun Mandar Desa Sukajeruk, sehingga masyarakat setempat kesulitan air minum, karena sumur yang ada di Dusun tersebut terkontaminasi air laut dan tidak dapat dikonsumsi. Reporter News Room Kecamatan Masalembu, Moh. Idris, S.Sos via faximil melaporkan, yang paling memprihatinkan atas kejadian ini, khususnya di Desa Sukajeruk, bahwa tempat pemakaman umum (TPU) tepatnya di RT. 03/RW. 02 Dusun Kawero yang berdekatan dengan bibir pantai sebagaian telah hilang, akibat tergenang air laut. Menurut penduduk setempat, sebagian kuburan yang hilang itu karena adanya abrasi dan aeng maleng yang datang setiap tahun. Melihat kejadian tersebut, masyarakat Dusun Mandar, khususnya yang tinggal di pesisir pantai menginginkan adanya tangkis laut sepanjang Dusun Mandar, dan menginginkan adanya mengadaan air bersih. Keinginan tersebut sangat didampakan oleh masyarakat setempat, sehingga tidak resah lagi dalam menghadapi musim hujan pada setiap tahunnya. ( JuP-34, Esha )