Media Center, Senin ( 10/09 ) Hingga saat ini permintaan air bersih dari sejumlah daerah masih tinggi. Hal itu membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kehabisan anggaran.
Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Rahman Riadi mengatakan, pihaknya sudah menyuplai air bersih kepada warga ke lokasi kekeringan yang ada di 10 Kecamatan setempat, sehingga BPBD butuh tambahan anggaran penanggulangan bencana kekeringan.
"Kami sedang mengajukan ke Bupati, agar bisa menggunakan anggaran tak terduga untuk dapat kembali melakukan pengiriman air bersih. Sekarang posisinya masih proses," katanya, Senin (10/09).
Menurut Rahman, berdasarkan rilis BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), masa status darurat kekeringan di Kabupaten paling timur Pulau Madura ini masih sampai September atau hingga November mendatang. Namun demikian, selama permintaan air bersih dari masyarakat kepada BPBD masih ada, maka akan dilakukan pemrosesan untuk disuplai.
"Itupun apabila ada penambahan anggaran. Jadi kami masih menunggu persetujuan dari surat pengajuan ke Bupati," tukasnya.
Untuk diketahui, bencana kekeringan yang terjadi di Kabupaten Sumenep saat ini, yakni di 10 Kecamatan daratan. Dengan rincian, 10 Desa kering kritis dan 17 Desa kering langka. ( Nita, Esha )