News Room, Jum’at ( 08/10 ) Untuk menjaga ketertiban lingkungan di masyarakat, disamping perlunya upaya yang harus dilakukan oleh petugas, baik oleh Babinsa (Bintara Pembina Desa), Babin Kamtibmas serta Linmas di Desa dan Kelurahan setempat, juga perlu keterlibatan masyarakat setempat dalam menjaga lingkungannya. Hal tersebut ditegaskan, Komandan Koramil 0827/01 Kota Sumenep, Kapten Infanteri Taryono ketika ditemui News Room di Markasnya tadi pagi, Jum’at (08/10). Menurutnya. selama ini dibeberapa Desa dan Kelurahan, khususnya di Kecamatan Kota dan Batuan masih terlihat kurangnya kesadaran masyarakat dalam melaksanakan Siskamling (Sistim Keamanan Lingkungan). “Biasanya, masyarakat baru melaksanakan Siskamling jika sudah terjadi tindakan kejahatan atau menghadapi kegiatan tertentu, seperti Pemilu, lomba-lomba dan sebagainya,”ujarnya. Padahal, Siskamling itu diperlukan setiap hari, sehingga berbagai bentuk perilaku kejahatan bisa terhindari. Sebab, masyarakat selalu menjaga lingkungannya dan orang yang akan berbuat kejahatan tidak memiliki kesempatan untuk melakukan aksinya. Karena itu, tegas Taryono, pihaknya selalu menekankan kepada anggotanya, utamanya para Babinsa yang ada dimasing-masing Desa di Kecamatan Kota dan Batuan, untuk selalu memberikan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dengan Siskamling. “Jadi, sebenarnya yang paling penting dan diharapkan semua, bagaimana masyarakat mengantisipasi berbagai hal buruk yang bakal terjadi, tidak sampai terjadi,”ujarnya. Namun, tegasnya, dalam memberikan pembinaan dan penyadaran kepada masyarakat maupun upaya untuk melakukan kerjasama dengan seluruh komponen yang ada memang diakui tidak mudah. Namun, memerlukan waktu, tenaga, pikiran, bahkan yang penting pula perlu sebuah program. Karena, disamping perlunya terus diberi pembekalan dan motivasi kepada petugas, dalam melaksanakan program pembinaan kepada masyarakat, juga tidak terlepas dengan anggaran yang ada. Sementara saat ini diakui Taryono, masih kurangnya para elite politik untuk mempertimbangkan persoalan tersebut. Misalnya dengan menganggarkan program tersebut mulai dari pusat hingga daerah, sehingga pembinaan yang ada bisa dinilai kurang maksimal disamping kurangnya personel dan SDM yang ada. ( Ren, Esha )