News Room, Selasa ( 20/05 ) Berbeda dengan lembaga atau organisasi masyarakat maupun organisasi Partai Politik lainnya, Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Sumenep melaksanakan bimbingan kepada kadernya untuk mencintai tanah air ini dengan kecintaan kepada nilai-nilai luhur budaya kelahirannya, yakni budaya yang ada di Kabupaten Sumenep sendiri sebelum akhirnya bertahap secara alami ketingkat nasional. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPD Partai Golkar Sumenep, KH. Wakir Abdullah di kantornya, Senin kemarin (19/05). Menurutnya, generasi muda saat ini harus terus di tanamkan nilai-nilai luhur budaya bangsa, yakni dengan mengangkat budaya nenek moyangnya sendiri, sehingga dengan sendirinya rasa kecintaan terhadap budaya bangsa akan timbul. Menurut Wakil Ketua DPRD Sumenep ini, terkadang para pengambil kebijakan terlalu tinggi dengan melakukan pembinaan kepada generasi muda untuk mencintai budaya bangsa yang terkadang justeru tidak diketahui oleh pemuda itu sendiri. Padahal, mereka justeru harus lebih memahami dan lebih memiliki budaya lokal yang ada, sepeprti halnya di Kabupaten Sumenep, misalnya seperti budaya macopat yang saat ini sudah hampir punah dan hampir tidak diminati sama sekali oleh generasinya. Karena itu KH. Wakir Abdullah mengaku, melalui Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sumenep beberapa waktu lalu menggelar kesenian macopat di Desa Parsanga. yang ternyata peminatnya juga masih cukup antusias, meski masih dinominasi para orang tua. Namun dari generasi muda juga masih ada yang peduli untuk tetap melestarikan budaya Madura yang membaur dengan budaya religi ini. Disamping itu tegas KH. Wakir Abdullah, pihaknya juga melakukan Diklat bela bangsa bagi Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Kelompok Perempuan Partai Golkar (KPPG). Guna mempererat tali keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di kalangan generasi muda, Diklat tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Rakerda DPD Partai Golkar 2007 lalu. Sedangkan kegiatan lain, seperti kegiatan turnamen olah raga bola volly dan olah raga lainnya memang dijadikan alat untuk mempererat tali persaudaraan antar generasi muda di Sumenep ini. Sebenarnya lanjut KH. Wakir Abdullah, pihaknya berkeinginan untuk memunculkan budaya Sumenep yang banyak bertebaran di Desa-desa dan Kecamatan baik di daratan dan kepulauan. Namun hal itu masih perlu menggandeng pihak terkait untuk lebih menggairahkan seni dan buadaya yang masih tergali. ( Ren, Esha )