Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-12-2010
  • 600 Kali

Perlu Tambahan Dana APBD Propinsi Dan APBN

News Room, Selasa ( 14/12 ) Untuk mebangun berbagai kebutuhan sarana infrastruktur di kepulauan tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Karena itu, disamping dilaksanakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep, juga perlu dilakukan upaya dana-dana segar dari Propinsi maupun APBN, sehingga, kegiatan pembangunan kepulauan tidak terbatas seperti yang terjadi selama ini. Hal tersebut diungkapkan Ketua AMI (Adminitrative Management Investigation), Drs. R. Husein Tirtodhiredjo. Menurutnya, dari hasil pantauan dan evaluasi yang dilakukan ke berbagai kepulauan di Sumenep, sepertinya memang tidak memungkinkan anggaran APBD Kabupaten Sumenep yang terbatas bisa menjangkau semua infrastruktur di kepeulauan. “Jadi, Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Sumenep yang baru, perlu terus melakukan upaya negoisasi dan hubungan yang baik dengan pusat dan propinsi, sehingga bantuan program pembangunan untuk Sumenep lebih besar,”ujarnya. Dijelaskan, dari hasil pelaksanaan pembangunan infrastruktur khususnya di kepualauan selama ini memang dinilai masih kurang memadai. Meskipun sudah banyak baik oleh peemrintah Kabupaten Sumenep sendiri maupun dari Propinsi dan Pusat, namun masih belum maksimal dan terkesan kurang ideal. Seperti halnya pembangunan dermaga di kepulauan Kramian yang dibangun sejak 2004 sampai saat ini mangkrak. Karena disamping pembangunannya kurang memadai juga kurang paanjang, sehingga kapal untuk berlabuh disana masih kesulitan khususnya bila musim angin yang sangat kencang. Kemudian beberapa pembangunan pelabuhan dan jembatan penghubung antar pulau yang ada kondisinya juga bamish banyak yang kurang memadai. Disamping fasilitas lainnya seperti sarana listrik dan air bersih serja jalan-jalan Dsad ikepaualaun yang masih kurangmemadai, seperti di pulau Gua-Gua, Komirean, serta beberapa pulaun di kepulauan Masalembu. Bahkan tegas Husein untuk pengembangan industri garam, sebenarnya di Kepulauan Giliraja memiliki potensi lahan yang sangat bagus untuk dikembangkan. Sedikitnya ada sekitar 50 hektar yang bisa digarap menjadi lahan produksi garam, untuk menambah hasil produksi garam yang ada di Kalianget, Gapura dan Saronggi. ( Ren, Esha )