Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-07-2011
  • 530 Kali

Perlu Pengawasan Dan Antisipasi Keterpurukan Prilaku Mahasiswa

News Room, Rabu ( 27/07 ) Prilaku mahasiswa di sejumlah kota-kota besar di Indonesia, saat ini sudah banyak yang terkontaminasi berbagai perilaku negatif, yang dilatar belakangi pergaulan maupun dampak media informasi, seperti televisi dan situs-situs internet yang berbau negatif. Karena itu, sejumlah lembaga pendidikan, khususnya perguruan tinggi di daerah juga harus mewaspadai perilaku dan kegiatan mahasiswanya, sehingga tidak terinfeksi virus yang memalukan, seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, perilaku kekerasan dan sebagainya. Keprihatinan tersebut juga diungkapkan salah seorang Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STITA) Aqidah Usmuni Terate, Drs. Amir Hamzah. Menurutnya, salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku mahasiswa dengan terkontaminasi berbagai pengaruh negatif yang setiap hari diterimanya. “Karena itu, peran orang tua dalam mengantisipasi perilaku putra-putrinya harus ekstra dilakukan,”ujarnya. Jadi, meskipun anaknya sudah dianggap dewasa karena sudah mahasiswa tetap harus diwaspadai. Karena menurunnya keilmuan dan etika yang terjadi pada diri mahasiswa banyak dicekoki oleh budaya negatif yang diperoleh melalui situs situs internet yang mereka lacak tanpa kontrol. Meskipun tidak semua tergerus arus negatif ini, namun pandangan masyarakat pada sisi mayoritas (social analisation mayority) terjadi terhadap mahasisiwa. Jadi, menurutnya untuk menjaga keterpurukan moral bagi kalangan mahasiswa, orang tua harus tetap ada komonikasi dengan kampus, baik Dekan ataupun Dosennya, agar bisa memantau prilaku kejujuran anaknya baik dari sisi kosistennya masuk ke kampus maupun prilakunya selama dipekuliahan. “Sebab, bisa jadi jadwal kuliah hanya dijadikan alasan untuk kegiatan diluar kampus yang negatif,”pungkasnya. ( Ren, Esha )