Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-03-2014
  • 500 Kali

Perlu Pendekatan Agama, Penyuluhan KB Ke Masyarakat

News Room, Selasa ( 25/02 ) Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si mengajak para petugas dan penyuluh lapangan Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Sumenep dalam melakukan penyuluhan kepada masyarakat melalui pendekatan agama, sehingga masyarakat lebih bisa menerima program KB yang tidak menyimpang dari akidah agama. “Sebab, kultur masyarakat, khususnya di Kabupaten Sumenep adalah masyarakat agama Islam, sehingga perlu pendekatan melalui agama,”ungkap Bupati. Hal tersebut ditegaskan Bupati Sumenep saat membuka kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga tahun 2014, yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) Kabupaten Sumenep, Selasa (24/03) di Hotel Utami Sumekar. Bahkan Bupati juga berharap jangan sampai ada persepsi kepada masyarakat, jika banyak anak takut jatuh miskin, punya anak takut tidak bisa sekolah, dan sebagainya, sehingga itu dilarang di dalam Al-Quran, karena setiap anak lahir sudah dengan rizkinya. Sedangkan yang dibolehkan, yakni bagaimana mengatur punya anak, agar anak menjadi sehat. Misalnya, bagaimana mengatur jarak untuk punya anak bisa 4 tahun lagi, baru punya anak dan sebagainya. Karena itu, para penyuluh dituntut untuk terus mendorong masyarakat, agar terus berkarya, sehat dan memiliki pandangan bagus kedepan, sehingga kegiatan Musda seperti yang dilaksanakan saat ini tidak hanya sekedar rutinitas tahunan saja, namun harus ada tindak lanjut kepada masyarakat. Semenara Kepala BPMP-KB Kabupaten Sumenep, H. Ach. Masuni, SE, MM mengaku, melalui Rakerda Kependudukan KB yang diharapkan Bupati Sumenep, agar tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, disambut baik. Bahkan, pihaknya juga akan menekankan para penyuluh, agar betul-betul lebih semangat untuk menyentuh masyarakat dengan pendekatan agama. “Kami juga berharap para penyuluh KB yang sudah sedikit, tidak dipindah keluar Satker, sehingga penyuluh KB yang memang masih sedikit semakin berkurang, karena mereka merupakan petugas teknis yang sangat berdampak bagi masyarakat,”tambahnya. ( Ren, Esha )