News Room, Kamis ( 15/10 ) Adanya wacana yang berkembang, agar di Madura khususnya di Kabupaten Sumenep harus memiliki tempat pelatihan kerja berstandar internasional, disambut baik Kepala UPT Pelatihan Kerja Kabupaten Sumenep, Drs. Joko Iriyanto. Sebab, hal itu merupakan keinginan yang sudah lama diidam-idamkan, sehingga kegiatan pelatihan kerja bisa memiliki jaringan yang luas hingga luar negeri. Namun, tegas Joko disamping keberadaan gedung pelatihan kerjanya yag emmadai juga harus didukung pelaralatan pelatihan kerja yang mumpuni. Sebab, jika hanya secara fisik bangunan saja yang mewah tanpa diimbangi dengan peralatan pelatihan yang memadai justeru akan mubadzir. “Sebab, yang sangat dibutuhkan oleh pelatihan kerja, keberadaan peralatan terus mengikuti perkembangan jaman, sebab kalau masih dengan peralatan lama hasilnya justeru akan tertinggal jauh dengan masanya,”ujarnya. Jadi tegas Joko pihaknya sangat sepakat dengan keinginan seluruh komponen baik pemerintah dan masyarakat agar standar pelatihan kerja terus ditingkatkan, sehingga tidak tertinggal dengan daerah lain yang sudah banyak memiliki tempat pelatihan kerja berstandar internasional. Dijelaskan, dilihat dari segi kelayakan dan luas lahan UPT. Pelatihan Kerja Sumenep sangat layak untuk dikembangkan. Sebab, disamping memiliki tempat pelatihan yang presentatif untuk perluasannya juga masih memiliki lahan kosong dibelakangnya yang bisa untuk pengembangan. Bahkan saat ini keberadaan dua gedung ruang praktek pelatihan kerja sedang dilakukan rehab melalui dana APBD Propinsi Jatim Tahun 2011. Sehingga, sudah disesuaikan dengan renacana kegiatan pelatihan kedepan. “Apalagi, program three in one, yakni pelatihan kerja, sertifikasi dan penempatan kerja bagi masyarakat juga baru di launcing awal Desember lalu dan tinggal mewujudkannya,”pungkasnya. ( Ren, Esha )