News Room, Rabu ( 03/08 ) Penyakit kanker serviks atau kanker leher rahim mengancam wanita Indonesia, dan saat ini tercatat sebagai penyakit terbanyak ke dua setelah kanker payudara. Dan sedikitnya dari 400 penderita kanker di Indonesia, ada 20 orang kejadian setiap harinya.
Hal tersebut ditegaskan, salah seorang dokter spesialias kandungan di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Rahmi Utami, Sp.OG, kepada News Room, Rabu (03/08).
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak, bagaimana sosialisasi terus dilakukan hingga menyentuh masyarakat bawah, sehingga kejadian penyakit menakutkan tersebut bisa di deteksi sejak dini.
“Sebab, jika masih masuk stadium 1, masih sangat bisa dicegah dan bisa segera dilakukan tindakan, bahkan bisa memiliki harapan untuk sembuh 95 persen,”ungkapnya.
Dijelaskan, di Kabupaten Sumenep selama ini dari pasien yang ditanganinya dalam setahun, lebih dari 50 orang yang dinyatakan positif kanker serviks.
Namun, sayangnya tegas dokter muda ini, rata-rata pasien yang datang kondisinya sudah lanjut, mulai dari stadium 2 keatas hingga stadium 4, sehingga dengan kondisi seperti itu akan sulit untuk diatasi.
Dikatakan pula, dari hasil wawancara dengan pasien yang terkena kanker serviks, ternyata memang banyak dari mereka yang menikah kurang dari 15 tahun, sementara batas usia dini menikah 18 tahun, sehingga rahim belum siap kena sperma yang akhirnya berubah sifat menjadi ganas.
Dijelaskan pula, beberapa faktor yang menjadi penyebab seseorang kena resiko kanker serviks, yakni berganti-ganti pasangan, merokok, menikah usia dini, serta faktor keturunan. Karena itu, salah satu upaya yang harus dilakukan untuk mencegahnya, yakni dengan mengenali faktor-faktor resiko kanker serviks.
“Seperti halnya genetik, tidak merokok, tidak berganti-ganti pasangan, tidak menikah di usia dini, dan selalu membiasakan hidup bersih dan sehat, serta memeriksakan diri untuk deteksi dini,”tandasnya. ( Ren, Esha )