Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 06-12-2010
  • 469 Kali

Perjuangkan Nasib Warga Kepulauan Dapatkan Suplay Mitan Bersubsidi

News Room, Senin ( 06/12 ) Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si terus memperjuangkan nasib masyarakat kepulauan, agar tetap mendapat suplai pasokan minyak tanah bersubsidi, setelah dilakukan konversi minyak tanah ke gas elipiji 3 kilogram. Saat kunjungan kerja di Kecamatan Gayam, Sabtu (04/12), Bupati mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat permohonan pada BPH Migas, agar tetap mensuplai minyah tanah bersubsidi ke wilayah Kecamatan kepuluan, meskipun di Kecamatan kepulauan sudah dilaksanakan konversi minyak tanah ke gas elpiji 3 kilogram. Ternyata, usulan Pemerintah Kabupaten Sumenep itu mendapat respon BPH Migas, buktinya sejak tanggal 3 Desember 2010 lalu, BPH Migas mulai melakukan pendataan di Kecamatan Raas. ”Kami mengusulkan jatah pasokan minyak tanah bersubsidi untuk 9 Kecamatan kepulauan sebanyak 1.648.785 liter, dan kami harapkan masyarakat memberikan data yang akurat, jika ada petugas yang mendata kebutuhan minyak tanah di daerahnya,”tegasnya. Bupati menyatakan, pihaknya meminta BPH Migas tidak mencabut subsidi minyak tanah khusus di wilayah kepulauan, mengingat kebutuhan minyak tanah tidak hanya untuk memasak di rumah tangga semata. Namun, bagi masyarakat kepulauan minyak tanah bersubsidi juga sebagai kebutuhan penerangan di rumah tangga, perahu nelayan serta bahan bakar campuran perahu, sehingga jika minyak tanah bersubsidi dicabut sangat memberatkan masyarakat kepulauan. ”Kalau di darat kebutuhan minyak tanah hanya untuk kebutuhan memasak di rumah tangga, tapi kalau dikepulauan kebutuhannya tidak hanya untuk memasak saja. Dengan pertimbangan itu, kami harus memperjuangkan masyarakat kepulauan, agar tidak memberatkan masyarakat di 9 Kecamatan kepulauan, minyak tanah bersubsidi tidak dicabut suplainya,”ungkapnya. ( Yasik, Esha )