Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 30-04-2009
  • 467 Kali

Perjuangkan Hak Perempuan, Dengan Nilai dan Norma Budaya

News Room, Kamis ( 30/04 ) Perjuangan untuk membela hak-hak rakyat dan perempuan di kursi parlemen, akan tetap menjadi agenda politiknya yang akan mengemban kembali amanah rakyat yang telah memilihnya dalam Pileg 2009 ini. Hal itu diungkapkan Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPD) Sumenep, Dra. Hj. Endang Sri Rahayu. Menurutnya, apa yang telah dilakukan selama menjadi anggota Dewan pada dua periode terdahulu, yakni masa orde baru dan masa reformasi ini telah menempanya lebih matang. “Jika berbicara soal emansipasi dan pemberdayaan perempuan, sebenarnya sudah cukup lantang disuarakan tidak hanya oleh kalangan perempuan, namun pria pun banyak yang peduli terhadap persoalan perempuan,” ungkap Hj. Endang. Sebenarnya, tegas Anggota Dewan Sumenep, yang juga Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumenep ini, bagaimana seorang perempuan bisa diterima dengan baik di masyarakat, justru disebabkan oleh perempuan itu sendiri. Sebab, terkadang kaum perempuan tidak bisa menempatkan dirinya, sehingga banyak masyarakat yang cenderung melecehkan, bahkan terkesan memandang sebelah mata terhadap peran perempuan yang terkadang over action. Seharusnya, perempuan dan laki-laki tetap memiliki hak dan kewajiban yang sama selama tidak keluar dari kodrat. Hanya saja, pemikiran dan cara pandang masyarakat juga harus bisa diselami. Misalnya saja, aktifis perempuan yang terkadang ingin menghilangkan budaya yang biasa dilakukan dimana dia tinggal. Dicontohkan, dalam penggunakan celana jeans oleh perempuan yang ternyata di kalangan masyarakat pesantren maupun pedesaan masih dianggap tidak biasa. Sebab baju yang dipakai biasanya kebaya atau jubah. Jadi sebaiknya tidak perlu menanggalkan kebiasaan dan budaya yang sudah lama ada. Dia mengingatkan, jangan malah ingin terlihat modis dan gaul, namun membuat orang pada miris. Sebaliknya jika tetap menjunjung tinggi nilai dan norma budaya yang ada. Dengan tetap menonjolkan intelektual dan pemikiran yang dapat diterima oleh masyarakat, sehingga kehadirannya memang dinanti oleh masyarakat. ( Ren, Adjie ) News Room, Kamis ( 30/04 ) Perjuangan untuk membela hak-hak rakyat dan perempuan di kursi parlemen, akan tetap menjadi agenda politiknya yang akan mengemban kembali amanah rakyat yang telah memilihnya dalam Pileg 2009 ini. Hal itu diungkapkan Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPD) Sumenep, Dra. Hj. Endang Sri Rahayu. Menurutnya, apa yang telah dilakukan selama menjadi anggota Dewan pada dua periode terdahulu, yakni masa orde baru dan masa reformasi ini telah menempanya lebih matang. “Jika berbicara soal emansipasi dan pemberdayaan perempuan, sebenarnya sudah cukup lantang disuarakan tidak hanya oleh kalangan perempuan, namun pria pun banyak yang peduli terhadap persoalan perempuan,” ungkap Hj. Endang. Sebenarnya, tegas Anggota Dewan Sumenep, yang juga Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumenep ini, bagaimana seorang perempuan bisa diterima dengan baik di masyarakat, justru disebabkan oleh perempuan itu sendiri. Sebab, terkadang kaum perempuan tidak bisa menempatkan dirinya, sehingga banyak masyarakat yang cenderung melecehkan, bahkan terkesan memandang sebelah mata terhadap peran perempuan yang terkadang over action. Seharusnya, perempuan dan laki-laki tetap memiliki hak dan kewajiban yang sama selama tidak keluar dari kodrat. Hanya saja, pemikiran dan cara pandang masyarakat juga harus bisa diselami. Misalnya saja, aktifis perempuan yang terkadang ingin menghilangkan budaya yang biasa dilakukan dimana dia tinggal. Dicontohkan, dalam penggunakan celana jeans oleh perempuan yang ternyata di kalangan masyarakat pesantren maupun pedesaan masih dianggap tidak biasa. Sebab baju yang dipakai biasanya kebaya atau jubah. Jadi sebaiknya tidak perlu menanggalkan kebiasaan dan budaya yang sudah lama ada. Dia mengingatkan, jangan malah ingin terlihat modis dan gaul, namun membuat orang pada miris. Sebaliknya jika tetap menjunjung tinggi nilai dan norma budaya yang ada. Dengan tetap menonjolkan intelektual dan pemikiran yang dapat diterima oleh masyarakat, sehingga kehadirannya memang dinanti oleh masyarakat. ( Ren, Adjie )