News Room, Kamis ( 26/01 ) Periodesasi kepala sekolah di Sumenep belum bisa dijalankan, akibat minimnya persediaan atau stok calon kepala sekolah mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, H. Achmad Masuni, SE, MM menjelaskan, hingga saat ini pihaknya kesulitan memberlakukan periodesasi jabatan Kepala Sekolah, dikarenakan beberaka kendala, diantaranya jumlah guru yang mempunyai kapabilitas menjadi pimpinan disekolah relatif sedikit. “Kendala terbesar memang masih kekurangan stok calon Kepala Sekolah. Sampai sekarang kami masih baru menjaring sebanyak 50 orang yang dinilai layak menjadi Kepala Sekolah. Padahal kebutuhan kami sekitar 300 Kepala Sekolah dari tingkat SD hingga SMA,”kata H. Achmad Masuni, di Sumenep, Kamis (26/01). H. Achmad Masuni mengungkapkan, untuk periodesasi jabatan Kepala Sekolah, sesuai aturannya adalah 4 kali periode harus diganti. Dalam 1 periode berlaku selama 3 tahun. “Untuk Kepala Sekolah yang telah mencapai 4 kali periode, mereka akan dijadikan guru biasa seperti sebelum menjabat sebagai kepala sekolah. Jabatan Kepala Sekolah ini kan hanya tambahan saja,”terangnya. Kedepan, kata H. Achmad Masuni, akan berupaya mengumpulkan semua Kepala Sekolah se Kabupaten Sumenep, baik daratan maupun kepulauan mulai tingkat SD hingga SMA. “Kami ingin bicarakan solusi terbaik mencari stok guru yang memenuhi syarat menjadi Kepala Sekolah. Tentunya dengan penjaringan sebagaimana mekanismenya yang telah diatur. Kami pasti akan melakukan perbaikan dunia pendidikan di Sumenep kearah yang lebih baik,”ungkapnya. H. Achmad Masuni menambahkan, rencana pemberlakukan periodesasi Kepala Sekolah ini, seiring terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 28 tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah yang merupakan aturan pembaharuan dari Permendiknas Nomor 13 tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. “Dalam aturan itu, Kepala Sekolah dituntut untuk memiliki pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni dan bisa bersaing sehingga dunia pendidikan benar-benar dapat merubah kearah yang lebih profesional,”ujarnya menerangkan. ( Nita,Esha )