News Room, Rabu ( 22/04 ) Hingga saat ini, kasus terbunuhnya Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 3, Moh. Hasyim (37), warga Desa Sindir, Kecamatan Lenteng, masih gelap. Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sumenep, AKBP H. Umar Effendi, mengatakan, untuk mengungkap pelaku pembunuhan ini, Tim Penyidik Polres sudah meminta keterangan terhadap 6 orang saksi, termasuk keluarga korban. â€ÂTapi, keterangan dari para saksi itu, belum ada yang mengarah pada pelaku. Kami hanya memeriksa saksi yang mengetahui kapan korban pertama kali keluar rumah, dan saksi yang menemukan kali pertama,†terang Kapolres, pada wartawan di kantornya, Rabu (22/04). Ia menjelaskan, pemeriksaan saksi ini akan terus berlangsung hingga ada keterangan yang mengerucut pada pelaku. â€ÂKami berjanji akan usut tuntas pelaku pembunuhan ini,†tegasnya. Dugaan sementara, korban tewas karena ada persoalan pribadi. â€ÂDiduga korban tewas karena ada permasalahan pribadi, tidak menyangkut pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) kemarin,â€Âujarnya. Sebelumnya, seorang Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) ditemukan tewas mengenaskan dengan luka sayatan di sekujur tubuhnya, Selasa (21/04) pagi. Korban Moh. Hasyim (37) warga Desa Sindir, Kecamatan Lenteng, Sumenep, merupakan Ketua KPPS TPS 3 mengalami luka di bagian leher, kedua tangan nyaris putus dan usus terurai. Korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat dengan kondisi tergeletak berlumuran darah di pematang sawah atau 100 meter dari rumahnya. ( Nita, Esha )