Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 07-02-2013
  • 531 Kali

Perekaman e-KTP Baru Di Sumenep Capai 80,1 Persen

News Room, Kamis ( 07/02 ) Perekaman data Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) di Kabupaten Sumenep baru mencapai 80,1 persen dari target sebanyak 860.000 wajib KTP, padahal pelaksanaan perekaman data itu sudah diperpanjang hingga tanggal 31 Nopember 2013, yang sebelumnya berakhir sampai tanggal 31 Desember 2012. Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sumenep, Drs. Akhmad Zaini, M.Si menjelaskan, perpanjangan waktu yang diberikan pemerintah itu, karena pencapaian perekaman e-KTP di Sumenep tidak sesuai target 100 persen. “Lambannya perekaman data e-KTP itu diantaranya disebabkan tingginya penduduk yang kurang antusias terhadap perekaman data e-KTP dan banyak warga yang bekerja diluar negeri seperti yang terjadi dikepulauan. Ini yang membuat kami harus bekerja ekstra,”kata Zaini, Kamis (07/02). Zaini berharap, dengan perpanjangan waktu yang telah diberikan pemerintah pusat itu bisa digunakan secara maksimal oleh masyarakat untuk melakukan perekaman data e-KTP, sehingga semua warga wajib KTP di Sumenep, baik daratan maupun kepulauan bisa memiliki data diri. “Kami berharap masyarakat pro aktif dalam pelaksanaan perekaman data e-KTP, karena merupakan kebutuhan masyarakat sendiri terkait kepemilikan KTP tersebut,”ujarnya. Zaini mengungkapkan, meski masih banyak warga yang belum melakukan perekaman data e-KTP, namun pihaknya akan terus mengajak masyarakat agar membuat KTP, karena KTP itu merupakan identitas diri yang harus dimiliki oleh setiap warga Negara. “Bagi kami, e-KTP harus tercapai 100 persen. Jadi, apapun alasan warga tidak akan membuat kami putus asa. Jadi, petugas selalu kami instruksikan agar merekam data seluruh warga wajib KTP,”terangnya. Meski perekaman data e-KTP belum tuntas secara 100 persen, namun sudah ada kartu yang telah selesai dicetak yaitu sebanyak 220.000 atau sekitar 35 persen dari 860.000 jumlah wajib KTP. “Dari KTP yang sudah selesai dicetak itu sebanyak 220.000, saat ini sudah ada yang diserahkan kepada pemiliknya, dan ada pula yang masih belum, tapi kebanyakan masih belum diaktifkan karena masih menunggu gilirannya,”ungkapnya. ( Nita, Esha )