News Room, Selasa ( 20/10 ) Keanekaragaman seni dan budaya Kabupaten Sumenep, tetap harus dilestarikan dan tetap harus menjadi simbol budaya asli bumi Sumekar. Bahkan, jika perlu keragaman seni budaya yang merupakan karya cipta orang Sumenep sendiri tersebut, dimasukkan dalam Peraturan Daerah (Perda), agar keberadaannya juga memiliki kekuatan hukum yang jelas. Hal tersebut diungkapkan Politisi yang juga Ketua sementara DPRD Sumenep, KH. Abdul Hamid Ali Munir, kepada News Room, Selasa pagi (20/10) di kantornya. Menurutnya, ada kekhawatiran apabila hal itu tidak segera dilakukan, bisa jadi orang luar yang kemudian belajar seni dan budaya Sumenep tiba-tiba mangakui seni dan budaya itu menjadi miliknya. “Kita contohkan, tari Muang Sangkal yang memang sudah menjadi seni budaya Sumenep. Dan penciptanya adalah putra Sumenep asli. Hal ini perlu dicantumkan dalam Perda, agar itu tidak kemudian hilang, dan akhirnya diakui oleh orang luar yang kebetulan berkunjung dan mempelajarinya,†ungkap Abdul Hamid. Disamping itu, menurut Politisi PKB ini, yang duduk sebagai wakil rakyat ketiga kalinya ini mengatakan, keberadaan situs sejarah juga perlu dilestarikan dan dibangun sesuai aslinya agar tidak mudah hilang dan punah. Sebab, ternyata beberapa situs sejarah yang ada di Sumenep masih ada yang belum tersentuh. Bahkan, Abdul Hamid, berharap, agar masyarakat juga ikut peduli dan menjaga kelestarian budaya dan situs sejarah yang ada di Sumenep. Serta memberikan kesan yang baik bagi para pengunjung yang datang. Jika memang memungkinkan, bisa membangun sarana yang bisa ditempati agar pengunjung bisa betah disana. Termasuk penyediaan berbagai suguhan makanan khas Sumenep. “Dengan begitu, siapa saja yang berkunjung ke Sumenep, nantinya bisa mengajak orang lain untuk datang dan berkunjung ke Sumenep. Misalnya saja dengan banyaknya pengunjung ke Asta Tinggi dan ke Asta Yusuf di Kecamatan Talango. Saat ini masih belum ada tempat istirahat maupun terpat penampungan bagi pengunjung yang kebetulan kemalaman maupun ingin lebih lama berada di tempat itu,†kata Abdul Hamid mencontohkan. Diharapkan, dengan bentuk pelayanan yang baik dan fasilitas yang memadai, para pengunjung akan berkeinginan kembali ke Sumenep. Mungkin mengajak saudaranya yang lain untuk berkunjung ke Sumenep. Dan itu merupakan aset bagi pemerintah dan masyarakat Sumenep, apalagi pasca berfungsinya jembatan Suramadu, yang akan makin banyak memudahkan akses bagi orang luar untuk datang ke Sumenep. ( Ren, Adjie )