Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-04-2007
  • 3413 Kali

Perbedaan Pendapat Bukan Berarti Perpecahan Para Ulama

Sumenep-Kominfo News Room : Perbedaan pendapat yang menyebabkan munculnya kubu dikalangan para ulama, bukan berarti terjadi perpecahan antar Ulama itu sendiri. Masyarakat jangan sampai menafsirkan perpecahan itu sebagai permusuhan dikalangan Ulama, melainkan hanya sebuah perbedaan pendapat saja. Hal itu diungkapkan KH. Mustafa Bisri atau Gus Mus disela-sela kegiatan ramah tamah “Dialog dan Orasi Budaya”, Senin pagi (02/04) Selama ini kata Gus Mus, kalangan masyarakat banyak yang keliru menilai perbedaan pendapat dikalangan Ulama NU, mereka menganggap saat ini ulama saling bermusuhan, padahal hubungan mereka satu sama lainnya normal-normal saja. Gus Mus mengakui, ada beberapa Ulama NU yang berseberangan dalam pandangan politiknya, namun mereka tidak sampai pecah apalagi bercerai-berai, karena mereka hanya berbeda pendapat tentang pandangan politiknya. Gus Mus meminta agar masyarakat arus bawah tidak terjebak dan ikut membentuk kubu, sehingga menimbulkan perpecahan ditengah-tengah masyarakat. Sementara itu pada kegiatan Dialog dan Orasi Budaya yang dilaksanakan di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Sumenep, KH. Mustafa Bisri mengatakan, kebudayaan yang ada ditengah-tengah masyarakat itu sejatinya mencontoh budaya yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, yakni bagaimana kita sebagai ummatnya bisa memanusiakan manusia, atau harus menjadi manusia yang benar-benar manusia. Sebelum acara dialog dimulai, Gus Mus melakukan Pencanangan Budaya Rasul yang ditandai dengan pemukulan beduk dan pemotongan nasi rasol yang diberikan kepada Ulama sepuh, yakni KH. A. Basyir Abdullah Sajad dari Kecamatan Guluk-guluk. Disisi lain Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM mengatakan, bagi kita ummat Islam, bahwa untuk mewujudkan kebudayaan yang hakiki itu adalah harus dimulai dari sikap dan perilaku masing-masing individu, sehingga apa yang menjadi harapan dari dialog ini akan bermakna. Kegiatan Dialog dan Orasi Budaya ini dilaksanakan oleh Forum Silaturrahmi Guru Ngaji Kecamatan Ambunten dan LSM Nusantara Kota Sumenep juga menghadirkan KH. Nuruddin Anshori, CH dari Jogyakarta dan dihadiri Alim Ulama, Bupati Sumenep, Para Guru Ngaji, Ormas, Mahasiswa dan LSM. ( Yasik,Ong,Esha )