News Room, Selasa ( 20/09 ) Meskipun rencana kunjungan Wakil Presiden RI, Prof. Dr. H. Boediono ke Kabupaten Sumenep gagal, namun perbaikan sejumlah jalan utama yang rencananya akan dilewati Wapres tersebut tetap dilakukan. Hal tersebut memang direncanakan jauh sebelumnya dengan menggunakan dana emergensi (darurat). Hal tersebut diakui Kepala Dinas PU. Bina Marga Kabupaten Sumenep, Ir. H. Moh. Syahrial, MM kepada sejumlah wartawan tadi siang, Selasa (20/09) di kantornya. Menurutnya, perbaikan dan tambal sulam sejumlah jalan utamanya di sebelah barat Lapangan Terbang Trunojoyo dan sebelah selatan Jembatan Parsanga Kacongan hingga ke Pertigaan Jalan ke Kecamatan Gapura di Desa Parsanga, karena sudah rusak berat. “Jadi, meskipun kunjungan Wapres gagal tetap dilaksanakan, sehubungan keadaan dijalan tersebut sangat layak untuk diperbaiki,”ujarnya. Sebab, kepentingannya jelas untuk masyarakat umum, hanya saja terkait dengan pelaksanaan perbaikannya bersamaan dengan rencana kedatangan Wapres ke Sumenep, sehingga sebagai rencana itu kami sudah mempersiapkan anggaran perbaiakan dan tambal sulam melalui dana emergensi anggaran 2011. Sebenarnya, dana emergensi itu dilaksanakan apabila ada kerusakan yang sifatnya darurat, seperti halnya pembangunan jalan poros Desa Cabbiye di Kecamatan Talango yang ambruk awal 2011 lalu. Sebab, memang tidak ada jalan lain kecuali membangun jalan lain yang bisa dilewati masyarakat umum, karena jalan sebelumnya yang ambruk sudah tidak bisa diperbaiki lagi. “Kami tetap menyediakan dana emergensi untuk melaksanakan kegiatan yang bersifat darurat, apalagi terkait dengan kepentingan masyarakat.” Tambahnya. Mengenai tertundanya kedatangan Wapres, menurut Syahrial tidak menjadi persoalan terhadap pelaksanaan perbaikan dan tambal sulam. Karena pada dasarnya perbaikan dan pembangunan itu untuk kepentingan masyarakat juga yang selama ini melewati jalan tersebut. Sebab, apabila dibiarkan utamanya di sebelah selatan Jembatan sungai Parsanga yang sudah rusak parah, akan menyulitkan pengguna jalan. Sebab, aktifitas pengguna jalan tersebut sangat padat sebagai jalan alternatif masyarakat mulai sepeda motor, mobil hingga angkutan berkapasitas besar lainnya. ( Ren, Esha )