News Room, Senin ( 02/04 ) Belum datangnya sejumlah peralatan operasional penerapan program KTP Elektronik (E-KTP) hingga awal April 2012, membuat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep, berencana menyurati Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menindak lanjuti pengiriman peralatan program KTP Elektronik (E-KTP). Padahal pelaksanaan program nasional tersebut ditarget mulai minggu pertama Maret 2012. Kepala Dispendukcapil Kabupaten Sumenep, Adnan, SH menjelaskan, pihaknya memang akan mengirimkan surat pada Kemendagri, guna mengetahui kendala pengiriman peralatan penunjang program E-KTP di wilayah Sumenep. “Kami akan berkirim surat pada Kemendagri, supaya tidak mengganggu terhadap program penerapan E-KTP di Sumenep, yang ditargetkan harus menyelesaikan 850 ribu orang. Kami akan minta secepatnya kekurangan peralatan itu dikirim. Mestinya kami sudah jalankan program ini sejak pekan pertama bulan Maret hingga akhir Oktober 2012, tapi ternyata sampai sekarang belum ada action,”kata Adnan, di Sumenep, Senin (02/04). Menurut Andan, molornya pengiriman peralatan penunjang program E-KTP di Sumenep, menandakan pemerintah pusat tidak konsisten dengan kesepakatan yang ditetapkan pada rapat kerja nasional. “Seharusnya, kekurangan peralatan E-KTP sudah datang, tapi kenyataannya tidak ada. Sesuai informasi yang diterima Dispendukcapil Sumenep dari PT. Quadra di Jakarta, peralatan yang belum ada tersebut diantaranya berupa kamera dan iris mata,”terangnya. Adnan berharap pertengahan April ini sejumlah peralatan tersebut sudah datang dan terpasang sehingga tidak berpengaruh terhadap pelayanan E-KTP di Sumenep. Sebab secara geografis Sumenep meliputi wilayah daratan dan kepulauan. “Wilayah Sumenep bukan hanya menangani daratan, melainkan kepulauan. Jadi, harus ada prioritas dalam pengiriman peralatan penunjang program E-KTP tersebut,”ungkapnya. Secara umum, kata Adnan, Dispendukcapil Sumenep sudah siap melaksanaan program E-KTP, terbukti pihaknya sudah melengkapi tahap sosialisasi. “Sosialisasi sudah kami lakukan. Selanjutnya, akan segera ditindak lanjuti dengan pelatihan terhadap operator kalau perangkat sudah datang, sehingga pelaksaan E-KTP bisa terealisasi dengan cepat,”pungkasnya. ( Nita, Esha )