News Room, Rabu ( 09/02 ) Keresahan masyarakat pengguna jasa penyeberangan di pelabuhan Kalianget- Talango kembali terjadi. Hal itu, setelah salah satu perahu tongkang yang setiap hari beroperasi terjadi kebocoran dan tenggelam, Selasa sore (08/02). Tenggelamnya kapal tongkang ini, setelah menurunkan penumpangnya di pelabuhan Talango dan kembali dengan penumpang kosong ke Pelabuhan Kalianget, namun nahas sebelum merapat kapal mulai bocor dan kemasukan air hingga tenggelam. Menurut seorang petugas Kelompok Perahu Penyeberangan (KPP), Acong kepada wartawan mengakui, tenggelamnya kapal tongkang itu tidak ada penumpang dan armada kapalnya selamat. “Hingga tadi siang tetap dilakukan evakuasi terhadap kapal tongkang tersebut, sehingga untuk sementara penyeberangan dengan menggunakan satu armada tongkang. Namun, perahu kecil tetap melayani penumpang sebagaimana mestinya,”ujar Acong. Penyeberangan lintas Kalianget-Talango selama ini memang sudah dikeluhkan, agar ada penambahan armada yang memadai, khususnya untuk mengangkut sepeda motor dan mobil yang selama ini hanya menggunakan 2 armada tongkang, yang seringkali terjadi kerusakan. Bahkan, dalam beberapa bulan, salah satu perahu tongkang tersebut memang seringkali melakukan perbaikan, dan hanya 1 armada yang terpaksa melayani ganda, sehingga para pengguna jasa yang biasa menggunakan armada perahu tongkang itu terpaksa antri, bahkan kembali. “Kami berharap segera ada angkutan alternatif yang memadai, sehingga masyarakat yang biasa menggunakan jasa perahu tongkang ini bisa terlayani dengan baik,”ujar Hariyanto salah seorang guru di Kecamatan Talango. Jadi, perlu dicarikan solusi, sebab pelabuhan penyeberangan Kalianget-Talango pada bulan-bulan tertentu, seringkali ramai, sehingga akan semakin kesulitan dalam pelayanannya. Disamping itu, perlu peningkatan pembangunan pelabuhan dengan melihat peningkatan pengunjung wisata religi ke Asta Sayyid Yusuf, dengan diimbangi dengan kenyamanan fasilitas yang memadai. ( Ren, Esha )