Sumenep-Kominfo News Room : Faktor kesealamatan kerja kesehatan (K3) nampaknya menjadi agenda penting Pemerintah Daerah, buktinya Dinas Tenaga Kerja bersama BP Migas EMP Kangean Limited memprogramkan penyuluhan K3 untuk industri kecil. Bahkan kegiatan tersebut rencananya akan dilakukan di 3 tempat, yakni di Kecamatan Lenteng, Kecamatan Kota dan Kecamatan Pragaan. Ditemui seusai penyuluhan K3 di Kantor Kecamatan Lenteng, Kamis pagi (11/05) Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan kepedulian Pemerintah Daerah dan EMP Kangean untuk mengantisipasi banyaknya korban kecelakaan kerja pada industri kecil. Bupati mengatakan, kecelakaan kerja yang menimpa kaum buruh dari sejumlah perusahaan itu memang ada, akan tetapi jika dibandingkan dengan jumlah perusaahannya, ternyata korban kecelakaaan kerja tidak signifikan. Hanya saja menurut Bupati, jika program penyuluhan K3 ini tidak strategis dalam menekan angka kecelakaan kerja kemungkinan kerjasama ini akan dihentikan, namun jika menuai keberhasilan, kegiatan semacam ini akan dilanjutkan dimasa mendatang. Ditempat yang sama Kadin Humas BP Migas, Amir Hamzah menuturkan, saat ini diperairan Sumenep ada 5 blok Migas yang sedang ditangani 5 perusahaan, dintaranya EMP Kangean, Santos dari Australia, Anarko Amerika, KNOC dari Korea dan Petronas Cari Gali dari Malaysia. Namun demikan hal yang terpenting, hasil kandungan Migas itu bisa memenuhi kebutuhan gas di Jawa Timur yang setiap hari kebutuhan masyarakat semakin meningkat. Terkiat dengan bagi hasil migas, Amir Hamzah mengakui, pihaknya tidak bisa menentukan prosentase bagi hasil, sebab mekanisme dan ketentuannya merupakan kewenangan dari Departemen Keuangan Pusat. ( Yasik, Esha )