Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-11-2009
  • 1520 Kali

Penyidik Polres Sumenep Periksa Dokter Spesialis Anak

News Room, Selasa ( 17/11 ) Tim Penyidik Polres Sumenep, terus melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan pencongkelan mata bayi pasangan suami itri (pasutri) Noryadi dan Reli Hartani. Saat ini, penyidik memeriksa Dokter spesialis anak RSD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Dian marcia, Selasa (17/11) pagi. dr. Dian merupakan dokter spesialis anak yang merawat bayi tersebut. Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Mualimin, mengatakan, pemeriksaan terhadap dokter spesialis anak ini, merupakan pemeriksaan lanjutan. Sebelumnya, pihaknya sudah memeriksa pimpinan RSD, kemudian tiga perawat yang menangani persalinan hingga bayi tersebut. “Senin (17/11) ini, kami memang memeriksa dokter spesialis anak dr Dian. Selanjutnya, kami juga akan memeriksa dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis mata, untuk mengetahui pada saat penanganan mulai kandungan hingga keluarnya mata kiri bayi. Karena, keluarga korban, menengarai mata bayi itu dikeluarkan secara paksa tidak sesuai prosedur,” terang Mualimin, pada wartawan dikantornya, Selasa (17/11). Mualimin menjelaskan, meski sudah memeriksa 5 orang saksi baik dari tim medis maupun tenaga medis, pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan pencongkelan mata kiri bayi tersebut. “Kami berencana bakal memanggil saksi ahli, setelah semua keterangan dari tim medis RSD diperoleh. Karena, sesuai keterangan tim medis itu, bayi tersebut lahir dalam kondisi kurang sehat dan bersifat premateur,”ungkapnya. Kasus tersebut dilaporkan pada polisi, pada tanggal 24 Oktober kemarin, oleh orang tua bayi, Mohammad Nuryudi. Dalam laporannya, tenaga medis RSD telah melakukan pencongkelan terhadap mata kiri anaknya. Sementara, keterangan dari Staf Bagian Humas dan Evaluasi Pelayanan RSD Moh. Anwar Sumenep, dr Rizka Anugrah Rahadi, bola mata kiri bayi tersebut tidak dicongkel, tapi keluar sendiri. Karena, ketika lahir pada tanggal 12 Oktober lalu, kondisi bayi tersebut kurang sehat dan mata kirinya sudah bermasalah yang ditandai dengan keluarnya nanah bercampur darah. Karena banyaknya cairan yang keluar, pada tanggal 22 Oktober 2009, mata kiri bayi kempes. Sehingga, bola mata kiri tersebut keluar sendiri, yang disebabkan sudah tidak adanya penyangga bola mata. ( Nita, Esha )