Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-05-2011
  • 464 Kali

Penyelenggara Unas SD/MI Pulau Belum Kembalikan Lembar Jawaban

News Room, Jum’at ( 13/05 ) Lembaga Penyelenggara Ujian Nasional (Unas) Sekolah Dasar (SD) sederajat di Kecamatan Kepulauan belum mengembalikan Lembar Jawaban Ujian Nasional pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Achmad Shadik, M.Si mengatakan, lembaga penyelenggara Unas SD sederajat di Kecamatan kepulauan memang belum mengembalikan lembar jawaban Unas ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Penyebabnya, lembaga penyelenggara di wilayah kepulauan terkendala transportasi luat, sehingga untuk pengembaliannya ke Dinas Pendidiakan harus menyesuaikan dengan jadwal keberangkatan kapal menuju daratan. Namun saat ini, sebagian lembaga penyelenggara pendidikan Kecamatan kepulauan sudah menjadwalkan untuk mengirimkan lembar jawaban Unas ke instansinya. ”Pada hari ini, Jum’at (13/05), kalau tidak ada kendala cuaca laut, lembaga pendidikan penyelenggara di Kecamatan Nonggunong, Gayam, dan Kecamatan Raas mengirimkan lembar jawaban Unas SD sederajat, sedangkan Kecamatan yang lainnya, yakni Kecamatan Arjasa, Kangayan, Sapeken, dan Masalembu masih menunggu jadwal kapal. Sementara untuk lembaga penyelenggara di Kecamatan daratan sudah mengembalikan semua lembar jawaban Unas SD sederajat ke Dinas Pendidikan,”tegasnya. H. Achmad Shadik menyatakan, meski sejumlah lembaga penyelenggara di Kecamatan kepulauan belum mengirimkan lembar jawaban Unas SD sederajat, namun pihaknya menargetkan pada hari Senin (16/05), semua lembabar jawaban Unas dari lembaga penyelenggara sudah tuntas semuanya. ”Pengembalian lembar jawaban Unas SD sederajat ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep hanya untuk dilakukan scanning saja, dan selanjutnya lembar jawaban ujian tersebut dikirim ke Dinas Pendidikan Propinnsi Jawa Timur untuk pemberian nilai (pensekoran),”ungkapnya. Terkiat dengan angka siswa yang tidak mengikuti ujian nasional SD sederajat, data yang tercatat dinas pendidikan sebanyak 164 siswa, dan kemungkinan angka siswa tersebut bisa bertamah. Sebab, hingga saat ini masih ada sejumlah penyelenggara diwilayah kepulauan yang belum memberikan laporan siswanya yang tidak ikut Unas. ”Data sementara untuk siswa yang tidak ikut Unas SD sederajat dengan alasan keterangan kawin sebanyak 11 siswa, meninggal dunia sebanyak 4 siswa, mondok di Pondok Pesantren sebanyak 5 siswa dan berhenti serta mutasi pindah keluar daerah sebanyak 144 siswa,”imbuh H. Achmad Shadik. ( Yasik, Esha )