News Room, Jumat ( 18/10 ) Pak Wi (52) Desa Pangarangan Kecamatan Kota Sumenep adalah sosok pekerja keras, pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh orang dengan 2 tangan yang sempurna. Tapi Pak Wi yang cacat 2 tangannya dapat mengerjakan sendiri. Ketika dikonfirmasi News Room, Pak Wi di tempat kerjanya mengatakan, saya jadi tukang las sejak tahun 1991, bekerja di pinggiran jalan utama, Desa Pangarangan Kecamatan Kota Sumenep. Dari hasil las, Pak Wi dapat menghidupi keluarganya. “Kalau dapat orderan yang agak berat, saya harus dibantu oleh 2 orang pembantu, sebab saya tidak mampu kalau mengangkat barang-barang berat sendirian. Selanjutnya, penghasilan tidak, kalau lagi ramai pelanggan, seperti pada musim tembakau, penghasilannya bisa mencapai Rp. 100.000,00 per-hari. Tapi kalau pada hari-hari biasa hanya berkisar antara Rp. 25.000,00 hingga Rp. 35.000,00 per-hari. Anggota tubuh tidak sempurna, tak membuat Pak Wi pasrah pada hidup. Bahkan dia harus bekerja dan bekerja untuk menafkahi 5 orang keluarganya. ( JuP-01, Esha )