News Room, Selasa (19/08) Musim kemarau yang menimbulkan kekeringan di sebagian besar wilayah pedesaan di Kabupaten Sumenep, ternyata berdampak terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Terbukti, penyakit gatal-gatal dan diare, saat ini sudah menjangkiti warga di empat desa kepulauan Gili Raja, yaitu Desa Banmaleng, Banbaru, Lombang dan Jateh, Kecamatan Gili Genting. Warga desa pun panik. Sebab, mereka khawatir kondisi itu akan semakin memperburuk kualitas kesehatan di Gili Genting, mengingat sulit didapatnya air bersih. “Kebutuhan air bersih sangat tinggi, sementara suplai air bersih di wilayah sulit sekali, sehingga asupan air bersih dari daratan betul-betul dibutuhkan,†kata Edy Junaidi, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penegak Pilar Bangsa. Edy menerangkan, kondisi masyarakat kepulauan Gili Raja, sekarang sangat membutuhkan perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten. Sebab, timbulnya penyakit gatal-gatal dan diare itu disebabkan sulitnya mendapatkan air bersih. “Jika hal ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan terjadi kejadian luar biasa (KLB),†terangnya. Menurut Edy, sebenarnya warga sudah berusaha meminta bantuan kepada Pemkab. Namun, sampai detik ini permintaan itu belum tindak lanjutnya. “Kami berharap bantuan air bersih bisa secepatnya disalurkan, dikarenakan warga di 4 desa itu hampir semuanya terganggu kesehatannya dan hingga kini belum ada penanganan serius dari pemerintah,†tegasnya. Sementara itu, Kabid Pemberantasan Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, dr. Samsu Hadi Widjojo mengaku, pihaknya belum mengetahui adanya warga yang diserang penyakit kulit dan diare. “Laporan adanya penyakit kulit dan diare itu belum kami terima laporannya. Tapi, dalam kondisi kekeringan seperti sekarang ini, warga memang perlu waspada dengan serangan penyakit itu,†ujarnya. Untuk kasus diare pada 2008 ini, kata dia, belum masuk kategori yang membahayakan. “Serangan diare ini masih wajar-wajara saja tidak sampai mencapai KLB,†tegasnya. Berdasarkan data dari Dinkes Sumenep, daerah yang sering tersrang kasus diare hampir di semua wilayah. Namun, pada tahun lalu kasus diare banyak ditemukan di wilayah Batang-Batang yaitu sebanyak 1.685 kasus, Ganding 1.682kasus, Pragaan 2.299 kasus, Bluto 1.784 kasus, dan Kecamatan Gili Genting sebanyak 332 kasus. (Nita, Adjie)