Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-12-2008
  • 836 Kali

Penyakit HIV/AIDS, Merupakan Fenomina Gunung Es

News Room, Senin ( 01/12 ) Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, penderita penyakit HIV/AIDS sejak tahun 2002 hingga tahun 2007 lalu mencapai 6 orang penderita, 4 diantaranya meninggal dunia. Sedangkan satu diantaranya ada kemungkinan juga sudah meninggal, karena tidak masuk lagi pada pemeriksaan berikutnya di Surabaya. Satu lagi dalam karantina diluar negeri. Sedangkan, ditahun 2008 ini tidak ada data penderita HIV/AIDS yang masuk. Hal tersebut diungkapkan Programer HIV/AIDS Kabupaten Sumenep, Adip Karaman ketika ditemui News Room di kantornya, Senin (01/12). Menurutnya, para penderita ini rata-rata tidak berada di Kabupaten Sumenep, namun mereka para pekerja keluar negeri dan berada diluar daerah yang datang sudah dalam keadaan akut diserang penyakit AIDS berat. Yang kemudian beberapa hari di Sumenep meninggal dunia. Bahkan ada yang sudah meninggal dari luar daerah maupun di luar negeri sebagai TKI. “Masyarakat yang menderita penyakit HIV/AIDS mobilitasnya dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang selama ini bekerja diluar negeri, dan mereka berasal dari kepulauan, seperti Sapeken, Talango serta kepulauan Kangean,”ujar Adip. Diungkapkan, fenomena penderita penyakit HIV/AIDS ibarat gunung es, yang tampak sedikit, namun ada kemungkinan yang tidak terungkap juga cukup banyak. Sebab, tanda-tanda bagi orang yang terjangkit HIV sekitar 5 sampai 7 tahun bisa tampak sehat. Baru setelah positif AIDS kelihatan mulai ada gejala dan biasanya mulai rapuh. Bila terkena penyakit, seperti diare akan terus-menerus tidak kunjung sembuh. Karena itu menurut Adip, pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak terkait, salah satunya Dinas Kesejahteraan Sosial dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dengan pengambilan sample darah terhadap para pekerja sek komersial (PSK) yang direhabilitasi dan mendapat pembinaan dari Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Sumenep. Namun dari pemeriksaan sementara terhadap 7 PSK belum ada tanda-tanda, mereka memiliki penyakit HIV/AIDS. Apabila nantinya ditemukan ada reaktif dan positif menurut Adip, pihaknya akan mengirim sample darahnya ke laboraturium. Dan penderitanya akan langsung lakukan konseling dan diajak secara sukarela untuk melakukan tes tahap berikutnya. Hingga akhirnya akan mendapatkan perawatan khusus di rumah sakit Dr. Soetomo Surabaya. ( Ren, Esha )