News Room, Senin ( 25/10 ) Pemerintah Propinsi Jawa Timur menyerahkan sepenuhnya pada Pemerintah Kota Surabaya untuk teknis penutupan lokalisasi Dolly di Kota Surabaya, sebab penutupan lokalisasi itu merupakan wilayah Pemerintah Kota. Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, SH, M.Hum seusai melantik KH. A. Busyro Karim - H. Sungkono Sidik sebagai Bupati-Wakil Bupati Sumenep periode 2010-2015 di Rumah Dinas Bupati Sumenep mengatakan, pihaknya memang menyerahkan sepenuhnya tentang teknis penutupan atau pemindahan lokaliasi Dolly pada Wali Kota Surabaya. Itu dilakukan karena pihaknya tidak memiliki otoritas untuk ikut campur tangan dalam urusan teknis, namun pihaknya hanya sebatas mendorong saja tentang penutupan lokalisasi Dolly. ”Untuk urusan strategi dan teknis, kami serahkan semuanya pada Wali Kota Surabaya, sedangkan posisi saya hanya mendorong dan siap membatu kebijakan Wali Kota Surabaya,”tegasnya. Gubernur menyatakan, pihaknya tidak pernah mempunyai pemikiran untuk memindahkan lokalisasi Dolly di Kota Surabaya ke salah satu pulau di Sumenep, sehingga tidak ada pernyataan manapun yang mengiginkan Dolly pindah ke Kabupaten Sumenep. Apapun kebijakan dan strategi teknis terhadap lokalisasi Dolly itu, pihaknya siap membantu secara maksimal, jika kebijakan dan strategi pimpinan Pemkot Surabaya terhadap lokalisasi Dolly. ”Kami hanya membantu program dan strategi Wakil Kota Surabaya terhadap lokalisai Dolly tersebut,”ungkapnya. ( Yasik, Esha )