Media Center, Sabtu ( 06/05 ) Penutupan
Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka Kwarda Jawa Timur Zona X
Sumenep Madura, pada Jumat malam (05/05) di Desa Kebunangung Kecamatan
Kota Sumenep dimeriahkan dengan penampilan Band Letto. Keletihan
adik-adik Pramuka Penegak dan Pandega se-Madura selama tiga hari
melaksanakan bakti mengecat kampung kelir terobati dengan kehadiran
Group Musik Edukasi yang digandrungi para remaja ini.
Bahkan, para
tamu undangan dan masyarakat sekitar juga turut menikmati hiburan dari
Band Letto, yang setiap melantunkan lagu-lagunya mendapat respon
penonton utamanya adik-adik Pramuka yang berjejer rapi di depan panggung
utama. Mereka memang menunggu kehadiran Band Letto sebelum mengakhiri
kegiatan Festival Kampung Kelir Pramuka Di Kabupaten Sumenep yang
dilaksanakan mulai tanggal 03 sampai dengan 06 Mei 2017.
Sebelumnya
dalam sambutannya Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, yang
disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. Hadi Soetarto,
M.Si, mengakui, kegiatan Festival Wirakarya Kampung Kelir tersebut
sejalan dengan program unggulan Kabupaten Sumenep, untuk membangun Desa
menata Kota.
“Kami bangga, dengan apa yang telah dilakukan adik-adik
Pramuka dengan membuat warna-warni kampung kelir di Desa Kebunangung
Sumenep.”ungkapnya.
Karena itu diharapkan, Gerakan Pramuka kedepan
semakin eksis sebagai generasi penerus bangsa yang berkualitas dan
sukses mewarnai kehidupan di masa mendatang. Dan diharapkan, apa yang
telah dilakukan terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, melalui
sikap gotong-royong, peduli sesama dan cinta lingkungan.
“Karena itu
diharapkan, kegiatan ini menjadikan spirit dalam mengamalkan Dasa Dharma
Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.”tambahnya.
Sementara itu, para
Pelatih dan Pembina Pramuka juga diharapkan jangan hanya aktif pada saat
ada kegiatan saja. Kepada adik-adik Pramuka jangan hanya ingin meraih
juara saja dalam kegiatan lomba, namun jadilah Pramuka yang memang
memiliki karakter untuk meraih mimpi masa depan. ( Ren, Fer )