News Room, Senin ( 14/07 ) Keinginan Kecamatan Ra'as yang mengusulkan pelaksanaan pencairan dana Bantuan Langung Tunai (BLT) di 9 Desa menunggu hingga usai pemilihan Kepala Desa (Pilkades), nampaknya mendapat respon Pemerintah Kabupaten Sumenep. Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Ir. H. Djasmo, M.Si mengatakan, pihaknya bisa menerima pemikiran Camat dan Muspika setempat agar pencairan dana BLT dilakukan setelah pelaksanaan Pilkades untuk menciptakan suasana yang kondusif wilayahnya. Namun yang terpenting, saat ini masing-masing Desa di Kecamatan Ra'as telah menyelesaikan dan menetapkan hasil verifikasi daftar nominasi rumah tangga sasaran (RTS) sebelum Pilkades. "Yang penting semua Desa sudah memiliki data konkrit RTS, dan tidak usah menunggu selesainya Pilkades, sehingga penundaan BLT tidak ada anggapan masyarakat yang menerima hasil salah satu kandidat."ungkapnya H. Djasmo menyatakan, pihaknya akan meminta PT. Pos melakukan koordinasi dengan pusat, apakah Kecamatan Ra'as bisa menunda pencairan BLT, dengan pertimbangan suasana kurang kondusif menjelang Pilkades tersebut, termasuk letak geografis sejumlah Desa di Kecamatan setempat sulit terjangkau dengan kondisi cuaca saat ini. Seperti yang diinformasikan sebelumnya, Camat Ra’as, Fatah Zamani, S.Sos mengungkapkan, semua Kepala Desa termasuk Muspika, sepakat agar menunda pelaksanaan pencairan dana BLT tahap pertama hingga awal September 2008 mendatang. Pasalnya, menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa di 5 Desa, yakni Desa Poteran, Karang Nangka, Brakas, Tonduk dan Desa Gua-gua, sejumlah calon Kepala Desa memanfaatkan program BLT tersebut sebagai kendaran politik untuk mencari simpati masyarakat, bahkan untuk saling menjatuhkan lawan politiknya. ( Yasik, Esha )