News Room, Selasa ( 30/07 ) Pendidikan politik sangat penting dilakukan, khususnya bagi para pemilih pemula yang ada di lembaga pendidikan atas, utamanya siswa kelas XII di SMA/MA. Sebab, sepertinya masyarakat saat ini dikhawatirkan akan banyak memilih golput dalam pelaksanaan pemilihan legislatif, pemilihan Presiden, pemilihan Gubernur, dan Bupati. Hal tersebut diungkapkan anggota DPRD Sumenep, H. Abrory Manan, S.Ag kepada wartawan. Menurutnya, kenyataan tersebut tidak bisa dielakkan lagi, karena ada kecenderungan masyarakat menilai para politisi yang sudah duduk di eksekutif maupun legislatif tidak lagi memperhatikan masyarakat, sehingga sikap apatis mssyarakat terhadap pelaksanaan Pilpres, Pileg, Pilgub dan sebagainya. “Jadi, semua pihak, baik KPU mulai pusat hingga tingkatan paling bawah PPK dan PPS, utuk melaksanakan kegiatan pencerdasan terhadap semua pihak, khuusnya para pemilih pemula,”ujarnya. Sebab, jika tetap dibiarkan seperti sekarang ini, H. Abrori menilai pendidikan politik sudah gagal. Karena masyarakat semakin banyak yang tidak mau tahu menahu soal pemilu dan sebagainya. Bahkan, seharusnya politisi PKB ini para politisi juga harus merangkul masyarakat khususntya para pemilih di daerahnya, sehingga tidak merasa ditinggalkan ketika mereka telah menentukan pilihannya. Bahkan, tegas H. Abrory pemerintah juga memiliki andil besar untuk memberikan pencerahan politik kepada masyarakat, khususnya melalui lembaga pendidikan dan penyadaran, bahwa negara ini dibangun tidak hanya oleh para politisi maupun partai politik. Namun, butuh semua elemen punya hak untuk membangun bangsa ini dengan baik. “Jadi, dalam menghadapi pelaksanaan Pileg, Pilpres dan yang sudah dekat di Jawa Timur dengan pelaksanaan Pilgub ini, semua pihak sudah bisa bergerak memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,”pungkasnya. ( Ren, Esha )