News Room, Kamis ( 27/02 ) Di era globalisasi pengetahuan telah menjadi sesuatu yang sangat menentukan pada setiap lini organisasi, khususnya pada organisasi pembelajaran. Oleh karena itu, pengetahuan perlu dikelola dengan baik dalam setiap konteks terutama pada peningkatan kinerja organisasi. Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Sumenep, Moh. Fajar, S.Pd kepada News Room, Kamis (27/03) di ruang kerjanya mengatakan, manajemen pengetahuan pada dasarnya adalah bagaimana menjadikan bentuk pengetahuan tacit dan pengetahuan eksplisit secara dinamis berinteraksi, sehingga menjadi transfer pengetahuan terhadap individu, kelompok konteks secara siklik. Dengan interaksi kedua, pengetahuan tersebut akan membentuk pengetahuan yang baru, dan dinamis untuk perkembangan organisasi. Selanjutnya pengetahuan tacit merupakan pengetahuan yang sulit untuk disampaikan kepada orang lain, terkecuali sang guru memberikan contoh, seperti saat belajar gitar dan mengajarkan letak-letak nada yang ada pada senar gitar tersebut. Sedangkan pengetahuan eksplisit merupakan pengetahuan yang mudah untuk disampaikankepada orang lain, misalnya saat kita membeli produk elektronik biasanya akan ada sebuah dokumen yang dinamakan petunjuk penggunaan secara manual, menjadi panduan bagi pengguna. Oleh karena itu, dibutuhkan pendorong dalam manajemen pengetahuan pendidikan. ( JuP-01, Fer )