News Room, Sabtu ( 08/09 ) Upaya pemerintah dalam peningkatan ketenaga kerjaan di Indonesia terus dilakukan, karena itu perlu dukungan bersama mulai dari pusat hingga daerah, sehingga indek pertumbuhan ekonomi nasional terus meningkat. Hal tersebut diakui Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Dr. H. Muhaimin Iskandar di Pendopo Agung Sumenep, Sabtu kemarin (08/09). Diakui, di tahun 2012 ini pertumbuhan ekonomi nasional mengalami peningkatan hingga 6,4 persen dari tahun sebelumnya. Dan itu jauh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan ekonomi di Negara-negara lainnya, seperti Asia Tenggara, Eropa dan Amerika Serikat. “Karena itu, momentum tersebut, saya mengajak semua memanfatkan peluang tersebut untuk membangun peningkatan ketenaga kerjaan di Indonesia sesuai dengan kebutuhan pasar dimasa depan,”ujarnya. Dijelaskan, saat ini sekitar 700.000 pencari kerja di Indonesia tak terserap tenaga kerja dengan baik, karena tidak dilakukan perencanaan dengan tepat, sehingga dapat terjadi kesenjangan antara tenaga kerja dan sumber daya manusia (SDM) yang ada. Karena itu, Muhaimin pada kesempatan kegiatan pemberian bantuan modal dan peningakatan usaha bagi yayasan dan Pondok Pesantren di Kabupaten Sumenep, mengajak Bupati beserta jajarannya di Kabupaten Sumenep dapat bersama-sama mempersiapkan perencanaan yang matang mulai hulu hingga hilir. "Salah satunya dengan melaksanakan program dengan system pendidikan secara formal maupun informal seperti bentuk pelatihan tenaga kerja alternative, sehingga dapat melakhirkan angakatan kerja yang memiliki kwalifikasi,”tambahnya. Jadi, harus terus dilakukan upaya cerdas dalam menanggulangi pengangguran, dalam dengan satu kesatuan sehaingga mampu meningkatkan gerakan ekonomi di Indonesia. Salah satu yang dilakukan Kementrin Tenaga Kerja Dan Transmigrasi melalui program padat karya infra struktur, teknologi tepat guna baik secara langsung, usaha swasta serta usaha di pesantren-pesantren. Sementara itu Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si menjelaskan, Kabupaten Sumenep yang terdiri dari 27 Kecamatan dan 9 diantaranya Kecamatan Kepulauan dengan jumlah penduduk sekitar 1 juta 100 orang lebih, merupakan wilayah terbesar di Madura. Dan memiliki 126 pulau dan 48 yang penghuni. “Dengan jumlah penduduk yang ada, Sumenep ada sekitar 669.685 orang tenaga kerja, serta 73.274 orang angkatan kerja, dan potensi kesempatan kerja sekitar 34,74 persen mayoritas dagang, 26,18 persen di biddang pertanian, serta 4,32 persen untuk industri dan pengolahan,“jelasnya. Keadaan itu tentu yang menjadi masalah paling utamnya menurut Bupati Sumenep ini, karena terbatasnya lapangan pekerjaan. Meskipun diakui dalam 3 tahun terakhir Sumenep secara bertahap berhasil menurunkan jumlah pengangguran terbuka dar sekitar 19,7 persen di tahun 2009 menjadi 7,13 persen di tahun 2011 lalu. Dengan prosentasi penganguran penduduk usia kerja 6,99 di tahun 2009 dan 6,89 persen di tahun 2011. Ditambahkan, persoalan pengangguran tidak lepas dengan persoalan tenaga kerja bertambah, namun kesempatan kerja semakin terbatas, sehingga menyebabkan ada penduduk memilih kerja keluar negeri, utamanya dari kepualuan, dengan menjadi TKI, TKW ke Malaysia, Singapore dan sebagainya. Sesuai data pada tahun 2011 lalu terdapat TKI Ilegal yang di deportasi sebanyak 532 orang, sekitar 89,68 persen dari jumlah TKI yang di deportasi pada tahun 2010 sebanyak 882 orang. Bupati Juga mengaku pernah diundang TKI, tepatnya di Johor Malaysia, yang ternyata memang banyak dari pulau di Sumenep, yang memang memiliki keterbatsan SDM. Karena itu salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep juga terus mendorong peningkatan SDM serta upaya peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja, yang ditahun 2010-2011 mendapat penghargaan dari Propinsi dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dibidang ini, dan 2 tahun berturut-turut hanya 2 kali kecelakaan kerja yang terjadi. ( Ren, Esha )