Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-05-2011
  • 441 Kali

Pengusaha Krupuk Dan Rengginang Kewalahan Produksi Karena Cuaca

News Room, Selasa ( 03/05 ) Sejumlah pengusaha krupuk dan rengginang di Desa Pragaan Laok Kecamatan Pragaan, dalam beberapa bulan ini cukup kesulitan memproduksi. Sebab, jika cuaca mendung apalagi seringkali hujan jelas akan mengganggu aktifitas produksi. Salah seorang pemilik usaha rengginang di Desa Pragaan Laok, Moh. Saleh mengaku hasil produksi rengginang dalam beberapa bulan seperti ini memang tidak seperti biasanya. Namun, pihaknya tetap berusaha setiap saat ada terik matahari memanfaatkan untuk melakukan penjemuran bahan. “Namun, meskipun sudah berupaya maksimal dengan kondisi cuaca yang seperti ini, kadang kami kewalahan melayani permintaan pemesan,”ujarnya. Dijelaskan, para pekerja menjadi lebih banyak istirahat daripada beraktifitas. Sebab, tidak mungkin pihaknya mempekerjakan pekerjanya jika akan akan dikerjakan tidak ada, sementara harus tetap membayar, sehingga terpaksa para pekrjanya istirahat secara bergiliran. Diakui Saleh, pihaknya memang belum memiliki alat pengering seperti yang banyak dimiliki pengusaha dalam skala besar. Meskipun usahanya bisa dikatakan menengah, namun untuk memiliki alat pengering dibutuhkan biasa yang tidak sedikit. Keinginan untuk meningkatkan produksi rengginang memang ada, namun masih terkendala kurangnya lahan untuk menjemur. Namun, meskipun hanya dalam skala kecil, seperti sekrang ini, setiap harinya ia mempekerjakan 20 orang, yang rata-rata perempuan, dengan ongkos perhari sekitar Rp. 20.000,00 dengan sistem borongan. Sebab, setiap hari menurut Saleh, pihaknya mampu menghasilkan 800 bungkus rengginang yang berbahan baku sekitar 6 kwintal. Yang dijual Rp. 10.000,00 hingga Rp. 12.000,00 perbungkus sesuai ukurannya. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan rengginang yakni, dari berbagai macam ikan, seperti udang, tengiri, lorjuk, kerang kecil dan lain sebagainya. Untuk memenuhi bahan bakunya juga seringkali didatangkan dari Pasuruan dan sekitar wilayah Madura. Sebenarnya menurut Saleh, pihaknya selalu mendapat permintaan dari luar disamping dari daerah sekitar. Seperti halnya beberapa wilayah di Madura sendiri, Surabaya, Malang, Jember, Banyuangi, hingga Jawa Barat hingga ke Kalimantan. “Meskipun seringkali kewalahan karena faktor cuaca, namun kami tetap berusaha melayani para pelanggan utamanya dalam kwalitas dan memenuhi sesuai pesanan,”pungkasnya. ( Ren, Esha )