News Room, Senin ( 26/05 ) Dampak kenaikan BBM di Kabupaten Sumenep, khususnya di Kecamatan Kota Sumenep sangat dirasakan dan berimbas pada pelaku usaha kripik tempe, di Kelurahan Karangduak, namun pengusaha tersebut tidak sampai gulung tikar. Hal tersebut disampaikan Camat Kota Sumenep, Senin pagi (26/05) diruang kerjanya , bahwa Ny. Tri sebagai pelaku usaha kripik tempe sejak kenaikan harga BBM diberlakukan Jum’at (23/05) pukul 00.00 WIB merasa terpukul, karena minyak goreng dan bahan lainnya akan ikut naik. Namun demikian, dirinya tetap akan menekuni usaha tersebut, sebab usaha kripik tempe dalam kemasan itu sangat jarang dikerjakan warga lain di Kecamatan Kota Sumenep, yang pemasarannya sangat memberikan penghasilan yang cukup bagi Ny. Tri. Untuk itu mudah-mudahan dengan dampak tersebut Pemerintah Kabupaten Sumenep dapat memberikan pembinaan kepada para pengusaha kripik serta memberikan kemudahan mendapatkat kridit usaha rakyat dengan bunga yang sangat rendah. ( JuP-01, Esha )