Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-06-2009
  • 553 Kali

Pengusaha Besi Tua Ikut Bangga Sumenep Raih Adipura Lagi

News Room, Kamis (11/06) Pengusaha barang rongsokan dan besi tua di Kabupaten Sumenep, mengaku ikut bangga dengan diraihnya kembali Anugerah Adipura 2009 oleh Kabupaten Sumenep. Paling tidak, selama ini pihaknya juga memiliki kontribusi dalam mengurangi timbulnya lingkungan yang kotor di Seputar Kota dan tempat-tempat sampah lainnya. Seperti diungkapkan salah seorang pengusaha barang rongsokan di Desa Pabian Kecamatan Kota, Moh. Ali. Menurutnya, meskipun tidak pernah mendapat penghargaan apapun terkait usaha yang dilakoninya selama puluhan tahun itu, setidaknya jasa para pemulung yang setiap hari menjual bermacam barang sampah kepadanya, bernilai juga bagi masyarakat Sumenep. “Meskipun masuk kategori kota kecil, Kabupaten Sumenep ternyata juga sarangnya sampah. Bayangkan, setiap harinya disini tidak sepi dari 60-100 pemulung dan pembeli keliling barang rongsokan datang dengan tumpukan barang bekas,” ungkap Moh. Ali. Barang yang dijual ke gudangnya bermacam-macam, mulai dari berbagai jenis besi tua, botol, kaca, karet, aluminium dan jenis barang lain yang tetap memiliki nilai rupiah. Ali bersyukur, bahkan dengan jasa para pemulung dan pembeli barang keliling, usahanya menjadi lancar. Meskipun diakui pengusaha yang mantan pemulung ini, usaha yang ditekuninya selama puluhan tahun itu, terkadang rugi dengan anjloknya harga jual di perusahaan yang menjadi langganannya di Surabaya. Terkadang anjoknya harga bisa mencapai separuh dari harga sebelumnya. Bapak dua anak ini mengaku, tetap menjalani usaha tersebut yang ternyata merupakan tantangan tersendiri untuk menjadi sukses. Meskipun sempat mau jatuh, namun ternyata sedikit demi sedikit setelah mengalami kerugian di awal tahun 2008 lalu, saat ini harga mulai stabil kembali. Dijelaskannya pula, saat ini harga beli besi bervariasi mulai Rp. 2000 – Rp. 3000, aluminium Rp.10.000 – Rp.12.000, dan karet mulai Rp. 3000 – Rp. 5000. Dalam seminggu Ali mengaku mengirim dagangannya ke Surabaya sebanyak 3-5 truk. Ali mengaku selama ini dalam berbisnis menggunakan jasa perbankan. Sebab, sampai saat ini belum ada pihak atau lembaga lain yang memberikan modal dibawah bunga bank. Karena itu Ali berharap, apabila ada program pemerintah yang mengalokasikan untuk usaha yang dijalaninya, tentu akan sangat membantu. Sebab, disamping mengurangi pengangguran, juga dapat menciptakan kebersihan kota, yang semakin padat dengan sampah-sampah yang tidak bisa hancur begitu saja, tanpa di daur ulang. ( Ren, Adjie )