News Room, Selasa ( 14/01 ) Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Sumenep (PERGUNU) Sumenep, dalam rangka pengembangan Pengurus PERGUNU di Wilayah Kabupaten Sumenep, bersama MWC NU Kecamatan Giligenting, mengadakan pembentukan Pengurus Anak Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PAC PERGUNU) Giligenting. Diharapkan semua Kecamatan sudah terbentuk, agar program-program yang telah dicanangkan oleh Pengurus Cabang bisa berjalan dengan baik, dan Guru adalah salah satu pilar penting pendidikan nasional, dituntut memiliki integritas dalam kerangka profesionalitas, intelektualitas demi terwujudnya cita-cita kemerdekaan Indonesia. Hal ini diungkapkan Ketua Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Sumenep, Abdul Hadi, S.Pd.I, M.Pd kemarin mengatakan, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) ini sudah ada sejak tahun 1952, PERGUNU adalah Badan Otonom NU (Banom NU). Pada tanggal 23 Maret 2010, PERGUNU muncul kembali, karena sebelum itu sempat hilang dan bubar. PERGUNU sebagai wadah Guru-guru NU dan mengaktualisasikan diri dengan visi dan misi PERGUNU, agar tidak keluar dari Aswaja ala NU, karena banyaknya organisasi yang mengatas namakan Aswaja, tetapi bukan NU, serta mencetak Guru-guru berakhlak yang mempunyai kemampuan sosial, dan akademik. Pihaknya berharap agar dari terbentuknya PAC PERGUNU Giligenting ini mengajak para Guru-guru, agar bergabung dengan PERGUNU. Sementara itu Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Giligenting, Abdullah Anwar, S.Ag, M.Si dalam sambutannya mengatakan, dalam pemilihan nanti, siapapun yang terpilih dalam pilihan Pengurus Anak Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PAC PERGUNU) Giligenting, dalam melaksanakan tugas-tugasnya di PERGUNU dan juga di ke-NU-annya, lebih fokus dan profesional. Ditegaskan, peserta yang akan memilih, jangan hanya melihat figur yang mengajar di tingkatan atas, karena yang hadir ini dari semua unsur Lembaga Madrasah, mulai dari MI, MTs, dan MA, tetapi harus dilihat dari kualitas dan kinerjanya, serta tidak mengajak ke ranah politik praktis. ( Rahman, Esha )