News Room, Sabtu ( 16/11 ) Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Sumenep, masih belum mengetahui kejelasan mengenai pengumuman hasil test bagi Tenaga Honorer Lapangan (THL) Kategori-2 (K-2) untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebanyak 2.106 orang. Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si mengakui jika pengumuman hasil test K-2 itu belum ada kepastian. “Kemarin, kami hanya menerima surat dari pusat terkait K-2. Tapi hanya berupa mekanisme penilaiannya saja. Untuk jumlah berapa yang akan diambil, itu semua tergantung pusat. Bisa jadi satu kabupaten tidak lolos semua. Mudah-mudahan tidak sampai terjadi,”terangnya. Selain itu, lanjut Bupati, mengacu pada isi surat dari pusat, bahwa K-2 yang tidak lolos nantinya akan dikembalikan kepada daerah. “Bagi kami tidak ada masalah, selama itu aturan dari pusat ya kami laksanakan. Toh, tiap tahun peraturan selalu berubah-ubah,”ujarnya. Menurutnya, melihat fakta di lapangan ketergantungan masyarakat Sumenep, terhadap pekerjaan di sektor pemerintah masih sangat tinggi. Terbukti, masih banyak masyarakat yang berpendidikan tinggi berusaha merebut PNS. Padahal di sektor industri sangat menjanjikan, karena mulai berkembang. Bahkan sektor perekonomian menjadi penyumbang terbesar kedua setelah sektor pertanian yakni 22,16 persen dari pertumbuhan ekonomi di Sumenep. “Rasa ketergantungan kepada pekerjaan disektor pemerintah masih sangat tinggi. Padahal usaha kecil di Sumenep ini sudah mulai berkembang dan menjanjikan bagi masyarakat,”tegasnya. Bupati mengungkapkan, peluang untuk bekerja dilembaga pemerintah sudah semakin sempit. Masyarakat Sumenep harus merubah pola pikirnya yang selama ini sangat mendambakan menjadi PNS. Bekerja di bidang industri harus menjadi pola pikir masyarakat kedepan. “Sebab maju mundurnya pemerintahan, tergantung pada perkembangan perekonomian dan pergerakan ekonomi yang ditopang oleh kemampuan pelaku usahanya. Sedangkan pemerintah hanya sebatas memberikan stimulan dengan berbagai programnya. Program itu hanya bersifat sementara,”ungkapnya. ( Nita, Esha )